, Gorontalo Utara – Pada peringatan Hari Lahir Pancasila yang jatuh setiap tanggal 1 Juni, Anggota DPRD Kabupaten Gorontalo Utara dari Fraksi PDIP, Daud Syarief, mengajak untuk kembali merenungkan konsep bernegara yang digagas oleh pendiri bangsa, Ir. Soekarno.
Peringatan ini resmi ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2016. Daud Syarief mengungkapkan, tanggal 1 Juni merupakan momen bersejarah ketika Ir. Soekarno menyampaikan pidato yang dikenal sebagai Lahirnya Pancasila dalam sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPK) pada tahun 1945.
“Dalam pidatonya, Soekarno memperkenalkan lima dasar negara Indonesia yang dikenal sebagai Pancasila. Pancasila bukan hanya menjadi dasar ideologi negara, tetapi juga fondasi untuk mempersatukan kemajemukan bangsa Indonesia,” jelas Daud.
Menurut Daud, Pancasila yang dicanangkan oleh Soekarno memberikan panduan ide dan konsepsi untuk membangun negara. Pancasila, sebagai philosopische grondslag atau pandangan hidup bangsa Indonesia, berperan sebagai norma dasar yang fundamental.
“Namun, saat ini, kita melihat kecenderungan pragmatisme politik yang dominan. Hal ini merupakan dampak dari demokrasi liberal yang lebih mengutamakan hasil 50 persen + 1 suara,” ujar Daud.
Melalui peringatan Hari Lahir Pancasila, Daud Syarief menekankan pentingnya kembali pada ide dan konsepsi berpolitik dan bernegara. Ia berharap agar para politisi dan negarawan tidak terjebak dalam pragmatisme yang mengabaikan nilai-nilai konstitusi dan ideologi negara.
“Konsepsi yang baik harus menjadi penuntun dalam bernegara untuk mencegah terjadinya rekayasa dalam sistem demokrasi maupun hukum. Kita harus tetap berpegang pada prinsip-prinsip Pancasila agar Indonesia tetap menjadi negara yang demokratis dan berkeadilan,” pungkas Daud. (Red)
















