, Palangka Raya – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kalimantan Tengah mengumumkan pencapaian kinerja mereka dalam periode Januari hingga Juni 2024, bertepatan dengan peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) yang diperingati setiap tanggal 26 Juni.
Kepala BNN Provinsi Kalimantan Tengah, Dr. Joko Setiono, S.H., S.I.K., M.Hum., dalam konferensi persnya, menyatakan bahwa peringatan HANI merupakan momentum penting untuk meningkatkan kesadaran akan bahaya narkotika yang mengancam generasi muda. Tahun ini, HANI mengusung tema internasional “The Evidence is Clear: Invest in Prevention” dan tema nasional “Masyarakat Bergerak, Bersama Melawan Narkoba Mewujudkan Indonesia Bersinar”.
Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat
Pada bidang pencegahan, BNN Kalimantan Tengah telah menjangkau 331.703 orang melalui berbagai program dan pelatihan. Di antaranya, pelatihan ketahanan diri keluarga anti narkoba yang telah melibatkan 40 keluarga di Kelurahan Tumbang Tahai. Selain itu, tujuh desa/kelurahan baru telah dibentuk sebagai Desa Bersinar, menambah total menjadi 38 Desa Bersinar di provinsi tersebut. BNN juga meluncurkan pilot project Perusahaan Bersinar di PT. Asmin Bara Bronang.
Untuk meningkatkan keterampilan masyarakat, BNN melaksanakan bimbingan teknis lifeskill di Kelurahan Baamang Barat, Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, dengan pelatihan membuat pisau dodos dan egrek untuk memanen buah kelapa sawit.
Rehabilitasi
Dalam fungsi rehabilitasi, BNN Kalimantan Tengah telah merehabilitasi 66 orang klien hingga Juni 2024, dengan mayoritas klien adalah laki-laki (95%) dan jenis narkoba yang paling banyak dikonsumsi adalah shabu (73%). BNN juga telah membentuk 18 unit Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) dengan 95 Agen Pemulihan yang dilatih sejak tahun 2021. Layanan rehabilitasi rawat jalan memperoleh nilai Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) sebesar 3,94, meningkat dari tahun sebelumnya.
Pemberantasan
Dalam upaya pemberantasan, BNN Kalimantan Tengah berhasil mengungkap 4 kasus tindak pidana narkotika dengan 9 tersangka, menyita barang bukti berupa 595,10 gram sabu dan 848,69 gram ganja. Kolaborasi dengan berbagai pihak seperti Polda Kalteng, Kanwil Kemenkumham Kalteng, dan Bea Cukai Palangka Raya terus ditingkatkan untuk menekan angka penyelundupan narkotika.
Kendala dan Solusi
Meskipun telah mencapai berbagai keberhasilan, BNN Kalimantan Tengah menghadapi beberapa kendala, termasuk keterbatasan sumber daya manusia dan sarana prasarana. Untuk mengatasi hal ini, BNN bekerja sama dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk meningkatkan pelatihan dan pemenuhan fasilitas yang diperlukan.
Penutup
Dr. Joko Setiono mengapresiasi seluruh stakeholder atas dukungan dan partisipasinya dalam P4GN. Ia berharap sinergitas dengan semua pihak dapat terus berjalan secara konsisten dan berkesinambungan untuk mewujudkan Kalimantan Tengah Bersinar (Bersih Narkoba).
“Izinkan saya tutup dengan pantun: Manisnya Bingka Harus Dicoba, Bingka didapat dari Pak Umar, Ayo Kita Perang Melawan Narkoba, Gelorakan Terus Kalteng Bersinar. Salam sehat dan bahagia tanpa narkoba,” tutup Dr. Joko Setiono. (Nala)
















