, Tuban –, 25 Agustus 2024 Sebuah insiden yang mengejutkan terjadi di Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, saat sebuah mobil siaga yang seharusnya digunakan untuk kepentingan kesehatan masyarakat, justru ditemukan terparkir di sebuah tempat lokalisasi di Dusun Cangkring, Desa Kebonagung. Kejadian ini memicu kemarahan masyarakat dan menimbulkan pertanyaan serius mengenai tanggung jawab penggunaan aset desa.
Kejadian bermula saat awak media mendapati mobil siaga Desa Kepoh, Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro, terparkir di area lokalisasi pada Minggu, 25 Agustus 2024. Berdasarkan pantauan di lapangan, mobil tersebut terlihat tidak sedang digunakan untuk kepentingan darurat atau kesehatan masyarakat, melainkan berada di lokasi yang jelas-jelas tidak sesuai dengan fungsinya.
Seorang warga setempat yang berinisial W, ketika dikonfirmasi, mengungkapkan bahwa oknum yang membawa mobil siaga tersebut sedang asyik menikmati hiburan di dalam tempat lokalisasi. “Yang bawa mobil itu lagi acara minum dan karaoke di dalam, Mas,” ungkapnya dengan nada prihatin.
Ketika awak media mencoba untuk mengonfirmasi langsung kepada sopir mobil siaga tersebut, mereka malah segera meninggalkan lokasi dengan terburu-buru, menghindari pertanyaan lebih lanjut.
Dalam upaya klarifikasi, Kepala Desa Kepoh memberikan penjelasan yang justru semakin membingungkan. Pada awalnya, ia mengatakan bahwa mobil tersebut digunakan untuk mengantarkan seseorang yang hendak memancing. Namun, pernyataan ini terbukti tidak akurat, mengingat mobil tersebut terlihat di tempat lokalisasi.
Kepala Desa Kepoh kemudian meralat pernyataannya dengan mengatakan bahwa mobil siaga tersebut digunakan untuk mengantarkan orang yang mengalami kecelakaan. Namun, pernyataan ini pun diragukan kebenarannya, karena terdapat bukti kuat bahwa mobil tersebut digunakan untuk kepentingan pribadi di tempat yang tidak semestinya
Insiden ini menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat Desa Kepoh, yang merasa bahwa mobil siaga desa seharusnya digunakan untuk keperluan darurat, seperti mengantar warga yang sakit ke dokter atau rumah sakit. Penggunaan mobil tersebut untuk kepentingan pribadi di tempat lokalisasi merupakan penyalahgunaan yang tidak dapat diterima.
Warga dan tokoh masyarakat setempat mendesak Pemerintah Kabupaten Bojonegoro untuk segera mengambil tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam insiden ini. Mereka menuntut agar aset desa yang seharusnya digunakan untuk kepentingan publik tidak disalahgunakan oleh oknum-oknum tertentu.
“Kami berharap Pemerintah Daerah Bojonegoro segera bertindak bijak dan menegakkan aturan penggunaan aset desa dengan tegas. Mobil siaga desa harus benar-benar digunakan untuk keperluan masyarakat, bukan untuk kepentingan pribadi di tempat-tempat yang tidak semestinya,” tegas seorang warga yang tidak ingin disebutkan namanya.
Kasus ini diharapkan menjadi peringatan bagi semua pihak terkait pentingnya menjaga integritas dan tanggung jawab dalam menggunakan fasilitas yang telah disediakan oleh pemerintah untuk kepentingan masyarakat. Tindakan tegas dan transparansi dalam penanganan kasus ini sangat diperlukan untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah setempat.
















