Ricuh Akibat Pergantian Vendor Parkir di RSUD Bob Bazar Kalianda, Kearifan Lokal Diabaikan?

Ricuh Akibat Pergantian Vendor Parkir di RSUD Bob Bazar Kalianda, Kearifan Lokal Diabaikan? (Foto: Istimewa)

newstizen.co.id Lampung Selatan – Kebijakan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bob Bazar Kalianda, dr. Reny Indrayani, terkait penunjukkan vendor baru dalam pengelolaan parkir, berujung pada kericuhan. Insiden ini diduga dipicu oleh tindakan sewenang-wenang pihak vendor baru terhadap juru parkir yang mayoritas merupakan warga Desa Kedaton, Kecamatan Kalianda.

Latar Belakang Kericuhan, Berdasarkan informasi yang dihimpun, kericuhan ini bermula dari rencana pemutusan kontrak pengelolaan parkir antara RSUD Bob Bazar dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT. Lampung Selatan Maju (LSM). Evaluasi pihak RSUD menyatakan bahwa pengelolaan parkir oleh PT. LSM dinilai tidak transparan, sehingga pendapatan retribusi parkir tidak jelas.

Mendengar kabar tersebut, para juru parkir yang sudah lama bekerja di area rumah sakit merasa resah akan nasib mereka. Tokoh pemuda setempat, Sahirul Hidayat, berupaya mencari solusi dengan meminta musyawarah kepada pihak RSUD agar tetap memperhatikan kearifan lokal. Namun, upaya ini justru ditanggapi negatif oleh pihak rumah sakit.

Sejarah Pemberdayaan Warga Lokal dalam Pengelolaan Parkir, Sejak RSUD Bob Bazar menerapkan sistem parkir elektronik pada 2017, pengelola parkir sebelumnya, baik PT. HZL Indonesia maupun BUMD PT. LSM, selalu mengakomodasi masyarakat sekitar sebagai juru parkir dengan sistem gaji bulanan. Namun, pergantian ke vendor baru, PT. Agung Berkah Grup (ABG), tampaknya mengabaikan kesepakatan tersebut.

Sejak Januari 2025, PT. ABG dikabarkan memenangkan tender pengelolaan parkir RSUD Bob Bazar, menggantikan BUMD PT. LSM. Hidayat mengungkapkan bahwa PT. ABG memiliki keterkaitan dengan organisasi massa tingkat nasional. Namun, peralihan pengelola parkir kali ini dilakukan tanpa adanya kesepakatan dengan warga setempat.

Praktik Parkir yang Diduga Tidak Sesuai Standar, Pada 6 Februari 2025, sekelompok orang yang mengatasnamakan PT. ABG mulai menerapkan pengelolaan parkir tanpa kesiapan sarana dan prasarana yang memadai. Mereka menggunakan tiket parkir seadanya dengan harga yang sudah ditentukan, namun tanpa sistem barcode yang dapat dipindai.

Hal ini semakin memicu kemarahan para juru parkir warga Desa Kedaton yang merasa diabaikan. Kericuhan pun tak terhindarkan ketika salah satu oknum dari PT. ABG mengaku sebagai direktur perusahaan dan menyatakan bahwa dirinya memiliki wewenang penuh atas pengelolaan parkir di RSUD Bob Bazar.

Kericuhan dan Laporan ke Polisi, Situasi memanas saat pihak vendor baru diduga berlaku sewenang-wenang kepada juru parkir lama. Ketegangan meningkat hingga terjadi bentrokan yang mengakibatkan Direktur PT. ABG, Herman, mengalami luka dan harus dilarikan ke Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Bob Bazar. Herman mengklaim bahwa ia diserang secara tiba-tiba dan menduga ada pihak yang tidak menerima hasil lelang proyek pengelolaan parkir.

Kapolres Lampung Selatan, AKBP Yusriandi Yusrin, menegaskan bahwa pihak kepolisian langsung turun ke lokasi untuk meredam situasi. Namun, ia menyoroti bahwa kericuhan ini disebabkan oleh pihak pengelola parkir lama yang tidak menerima kekalahan dalam proses lelang.

Di sisi lain, Sahirul Hidayat yang sejak awal berusaha mencari solusi damai justru dituding sebagai salah satu pelaku pengeroyokan. Ia merasa tuduhan tersebut tidak masuk akal, mengingat dirinya hanya berusaha menenangkan massa dan menghindari kericuhan lebih lanjut.

Pergantian pengelolaan parkir di RSUD Bob Bazar Kalianda menunjukkan potensi konflik yang timbul akibat kebijakan yang tidak melibatkan masyarakat lokal. Sejak awal, pengelola parkir sebelumnya telah memberdayakan warga setempat melalui musyawarah dan mufakat. Namun, vendor baru tampaknya mengabaikan prinsip kearifan lokal tersebut, yang akhirnya berujung pada ketidakpuasan dan ketegangan sosial.

Masyarakat berharap agar pihak rumah sakit dan pemerintah daerah segera mencari solusi yang adil bagi para pekerja parkir lama agar mereka tetap memiliki mata pencaharian. Sementara itu, kasus ini terus berlanjut dengan adanya laporan ke pihak berwajib dan investigasi lebih lanjut mengenai dugaan kesewenang-wenangan vendor baru. (Agusnadi)

Promo Spesial 11.11 TikTokShop

Promo Kursi Gaming

Rp5xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Kursi Kerja Ergonomis

Rp3xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Meja Kerja/Gaming

Rp2xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Meja Kerja/Gaming

Rp2xx.xxx

Belanja Aman di Sini

You cannot copy content of this page