Lampung Selatan – Ketua MPR RI, Ahmad Munjami, bersama Gubernur Lampung terpilih, Rahmad Mirza Djajusal, meninjau lokasi banjir di Desa Bali Agung, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan. Dalam kunjungan tersebut, mereka juga memberikan bantuan berupa sembako kepada masyarakat yang lahan pertaniannya terdampak banjir.
Turut hadir dalam kegiatan ini Ketua DPRD Provinsi Lampung, Wakil Bupati terpilih Lampung Selatan M. Saipul Anwar, Pj Sekda Kabupaten Lampung Selatan, Forkopimda Kabupaten Lampung Selatan, Kapolres Lampung Selatan AKBP Yusriandi Yusrin, Dandim 0421 Lampung Selatan Letkol Inf Esnan Riyadi, Kajari Lampung Selatan, Forkopimcam Kecamatan Palas, para kepala desa se-Kecamatan Palas, serta tokoh masyarakat dan petani Desa Bali Agung.
Bencana Hidrometeorologi dan Dampaknya pada Sektor Pertanian
Dalam sambutannya, Ketua MPR RI Ahmad Munjami menjelaskan bahwa bencana yang terjadi saat ini merupakan bencana hidrometeorologi, seperti angin kencang, puting beliung, dan banjir yang juga menyebabkan longsor di beberapa wilayah. Ia menegaskan bahwa kejadian serupa tidak hanya terjadi di Kecamatan Palas, tetapi juga di berbagai daerah di Provinsi Lampung serta di beberapa wilayah lain seperti Jawa Barat dan Jawa Tengah.
“Kondisi ini sangat berdampak pada sektor pertanian, terutama sentra-sentra pangan. Siklus panen yang seharusnya berlangsung pada bulan Maret diprediksi mengalami kemunduran karena petani harus melakukan penanaman ulang akibat sawah mereka terendam banjir,” ujar Ahmad Munjami.
Mendukung Swasembada Pangan dan Stabilitas Harga
Lebih lanjut, Ketua MPR RI menyampaikan bahwa program Presiden Prabowo Subianto mengenai swasembada pangan harus segera diwujudkan. Targetnya adalah terpenuhinya lumbung pangan nasional hingga 30 juta ton beras, sehingga Indonesia tidak perlu bergantung pada impor beras dari negara lain.
“Presiden juga telah menginstruksikan kepada Bulog untuk membeli gabah kering giling dari petani dengan harga Rp6.500 per kilogram. Selain itu, harga singkong juga sudah ditetapkan sebesar Rp2.500 per kilogram dengan kadar aci yang baik. Dengan kebijakan ini, diharapkan para petani tidak lagi khawatir dengan fluktuasi harga hasil panen mereka,” tambahnya.
Perbaikan Infrastruktur Pertanian
Dalam kesempatan tersebut, Ketua MPR RI meminta kepada Wakil Bupati terpilih Lampung Selatan, M. Saipul Anwar, agar segera memperbaiki akses jalan menuju Desa Bali Agung. Menurutnya, kondisi jalan yang rusak menjadi salah satu penyebab rendahnya harga jual hasil panen petani.
“Bagaimana harga panen bisa tinggi jika jalannya rusak? Jika akses transportasi lancar, maka distribusi hasil pertanian pun lebih mudah dan harga jualnya bisa lebih baik,” tegas Ahmad Munjami.
Sementara itu, Yoman (43), seorang petani Desa Bali Agung, mengungkapkan harapannya agar akses jalan pertanian di desanya mendapat perhatian dari pemerintah. Saat ini, jalan menuju sawah mereka banyak yang rusak, sehingga biaya operasional menjadi lebih tinggi dan harga jual gabah pun ditekan oleh para pengepul.
“Setiap musim panen, kami sering mengalami kerugian karena harga gabah kami dibeli dengan harga murah. Para pengepul beralasan bahwa biaya operasional mereka tinggi akibat jalan yang rusak. Kami sangat berharap agar jalan pertanian ini bisa segera diperbaiki atau dibangun dengan lebih baik,” kata Yoman.
Dengan adanya perhatian dari pemerintah pusat dan daerah terhadap kondisi infrastruktur dan kesejahteraan petani, diharapkan sektor pertanian di Lampung Selatan dapat bangkit kembali pasca-banjir dan mendukung ketahanan pangan nasional. (Agusnadi)
















