Sekretaris Komisi II DPRD Lampung Desak Pemkab Lampung Selatan Tanggap Atasi Banjir di Palas

Sekretaris Komisi II DPRD Lampung Desak Pemkab Lampung Selatan Tanggap Atasi Banjir di Palas (Foto: Agusnadi)

newstizen.co.id Lampung Selatan – Sekretaris Komisi II DPRD Provinsi Lampung, H. Aribun Sayunis, S.Sos., M.M., meminta Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan segera mengambil langkah cepat dan tanggap terhadap bencana banjir yang melanda lahan pertanian di Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan.

H. Aribun Sayunis menjelaskan bahwa banjir yang terjadi di area persawahan wilayah tersebut disebabkan oleh meluapnya Sungai Way Pisang. Sungai ini merupakan sumber pengairan utama bagi ribuan hektare sawah yang tersebar di Desa Sukaraja, Desa Palas Aji, hingga Desa Palas Pasemah.

“Setelah kami meninjau lokasi, banyak tanggul penangkis yang jebol akibat derasnya arus air dari hulu Sungai Way Pisang. Selain itu, pendangkalan sungai serta kerusakan pintu air yang tidak berfungsi lagi memperparah kondisi banjir. Perbaikan harus dilakukan segera agar dampak banjir tidak semakin meluas,” tegas Aribun Sayunis.

Ia juga mendesak Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), untuk segera meninjau dan memperbaiki tanggul-tanggul yang jebol serta pintu air yang rusak. Menurutnya, hal ini tidak boleh ditunda karena jika hujan kembali turun dan Sungai Way Pisang kembali meluap, lahan pertanian masyarakat akan kembali terendam dan merugikan para petani.

“Wilayah Desa Sukaraja hingga Desa Palas Pasemah sebelumnya jarang mengalami banjir seperti ini karena adanya tanggul penangkis di sepanjang bibir sungai. Namun, hujan deras selama dua hari terakhir menyebabkan luapan air yang merusak tanggul dan menggenangi lahan pertanian,” tambahnya.

Sementara itu, Adi (43), seorang warga Desa Sukaraja, mengungkapkan bahwa banjir kali ini membawa banyak sampah, termasuk batang bambu dari hulu sungai. Penumpukan sampah di bendungan Sungai Way Pisang memperburuk situasi karena menghambat aliran air.

“Sawah saya berada tidak jauh dari bendungan utama Sungai Way Pisang. Biasanya, saat musim kemarau, saya menanam sayuran untuk menambah pendapatan keluarga. Ketika musim penghujan tiba, saya beralih menanam padi. Namun, jika banjir terus terjadi, saya khawatir hasil pertanian saya akan gagal panen,” ujarnya.

Dengan kondisi ini, diharapkan pemerintah segera bertindak agar lahan pertanian warga dapat terselamatkan dan para petani tidak mengalami kerugian lebih besar akibat bencana banjir yang terus mengancam. (Agusnadi)

Promo Spesial 11.11 TikTokShop

Promo Kursi Gaming

Rp5xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Kursi Kerja Ergonomis

Rp3xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Meja Kerja/Gaming

Rp2xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Meja Kerja/Gaming

Rp2xx.xxx

Belanja Aman di Sini

You cannot copy content of this page