Gorontalo Utara – Fitri Yusuf Husain menyoroti dampak investasi di Kecamatan Anggrek terhadap tenaga kerja lokal. Ia mempertanyakan sejauh mana serapan tenaga kerja di kawasan tersebut setelah lahan-lahan masyarakat dibeli oleh investor.
“Kita menyambut baik investasi yang masuk ke Kecamatan Anggrek, tetapi yang perlu dipertanyakan saat ini adalah berapa tenaga kerja lokal yang terserap dan kualifikasi seperti apa yang diperlukan agar masyarakat bisa mempersiapkan diri,” ujarnya.
Menurutnya, setelah lahan pertanian masyarakat dijual, mereka akan kehilangan sumber penghasilan yang selama ini diandalkan. Oleh karena itu, perlu ada komitmen awal dari investor untuk memprioritaskan tenaga kerja lokal dalam proyek mereka.
“Jangan sampai nanti kita di Gorut hanya jadi penonton di daerah sendiri. Harus ada kejelasan tentang kualifikasi tenaga kerja yang dibutuhkan, sehingga kita bisa mengarahkan pendidikan dan keterampilan yang sesuai,” tambahnya.
Fitri juga menekankan bahwa tenaga kerja lokal harus memiliki standar yang jelas agar tidak ada alasan bagi investor untuk mengabaikan mereka dengan dalih kurangnya kualifikasi.
Ia berharap pemerintah daerah dapat berperan aktif dalam memastikan bahwa investasi yang masuk ke Gorontalo Utara benar-benar membawa manfaat bagi masyarakat setempat, terutama dalam hal penyerapan tenaga kerja. (FB)
















