Gorontalo Utara – Isu mengenai gerakan para guru se-Kabupaten Gorontalo Utara yang berencana menduduki kantor Bupati semakin menguat. Melky Maga, salah seorang guru dari wilayah barat Gorontalo Utara, menegaskan kesiapannya untuk bergabung dalam aksi tersebut. Bahkan, ia menyatakan kesediaannya untuk berorasi jika diperlukan.
“Kami sudah cukup bersabar. Jika aksi ini memang harus dilakukan, saya siap berbicara di depan umum dan menyuarakan keresahan kami,” ujar Melky dalam wawancara singkat melalui rekaman suara pada Sabtu (24/03/2025).
Gerakan ini mendapat dukungan penuh dari Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Gorontalo Utara, Dr. Irwan Abudi Usman, M.Pd. Menurutnya, tidak ada lagi yang perlu dikhawatirkan karena PGRI siap berdiri bersama para guru dalam perjuangan ini.
“Keterlambatan pembayaran hak-hak guru sudah berulang kali terjadi dan terus menimbulkan keresahan di kalangan tenaga pendidik. Kami mempertanyakan, ke mana sebenarnya dana yang diperuntukkan bagi guru?” ungkap Melky dengan nada kecewa.
Ketua PGRI Gorontalo Utara, Dr. Irwan Abudi Usman, M.Pd, juga menegaskan bahwa pihaknya bersama para guru di seluruh wilayah Gorontalo Utara menuntut pemerintah daerah untuk segera mencairkan tunjangan hari raya (THR), gaji para guru, serta tambahan penghasilan pegawai (TPK). Jika dalam waktu dekat tuntutan ini tidak direalisasikan, mereka siap menggelar aksi demo besar-besaran dan menduduki kantor Bupati.
“Kami ingin daerah tetap kondusif, tapi nasib para guru juga harus diperhatikan. Kami berharap pemerintah daerah segera mengambil tindakan tegas untuk menyelesaikan permasalahan ini,” tegas Irwan Abudi Usman.
Ia juga menekankan bahwa jika tidak ada respons yang jelas dari pemerintah, aksi mogok mengajar akan dilakukan dengan melibatkan seluruh tenaga pendidik di Gorontalo Utara.
“Ingat, kami tidak main-main. Jika hak kami tidak dipenuhi, kami akan buktikan bahwa kami siap turun ke jalan dan melakukan aksi dengan full personel,” tutupnya.
Situasi ini menjadi sorotan banyak pihak, dan diharapkan pemerintah daerah segera memberikan solusi guna menghindari dampak yang lebih luas terhadap dunia pendidikan di Gorontalo Utara.
















