Luwu, Sulsel – Aksi nekat dua pria yang menjanjikan kelulusan seleksi Bintara Polri 2024 berujung di balik jeruji. Modusnya, pura-pura punya jalur “orang dalam” dan bahkan mengaku berpangkat jenderal.
Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Luwu mengamankan dua pelaku, masing-masing HA (52), warga Lamasi Timur, dan MR (52), asal Kota Palopo. Mereka menipu sejumlah orang tua calon siswa Polri dengan dalih bisa membantu kelulusan asalkan menyetor mahar hingga ratusan juta rupiah.
“Para pelaku menjanjikan kelulusan dengan tarif Rp300 hingga Rp400 juta per orang,” ujar Kapolres Luwu, AKBP Arisandi, saat konferensi pers di Mapolres Luwu, Rabu (16/4/2025).
Yang bikin geleng-geleng kepala, MR mengaku sebagai perwira tinggi berpangkat Irjen Pol, padahal nyatanya bukan anggota Polri sama sekali. Sedangkan HA bertugas mencari korban dan menawarkan “jalur belakang” dengan imbalan uang.
Kerugian Capai Rp750 Juta
Empat orang tua yang melapor mengalami kerugian cukup besar. Masing-masing korban berinisial SC, EP, AD, dan ZM dengan total kerugian Rp750 juta.
“Rinciannya, SC rugi Rp51 juta, EP Rp149 juta, AD Rp385 juta, dan ZM Rp165 juta,” jelas Arisandi.
Barang bukti yang disita polisi antara lain lima unit ponsel, sejumlah kartu SIM, bukti transaksi, surat tugas palsu, dan dokumen rekrutmen palsu.
Polisi: Bisa Jadi Korbannya Lebih Banyak
Kasat Reskrim Polres Luwu, AKP Jody Dharma, menegaskan kemungkinan masih banyak korban lain. Ia mengimbau masyarakat yang merasa ditipu dengan modus serupa agar segera melapor.
“Kami terbuka untuk laporan tambahan, termasuk kemungkinan pelaku lain yang terlibat dalam jaringan ini,” tegasnya.
Kedua tersangka kini mendekam di tahanan Polres Luwu dan dijerat dengan Pasal 378 jo Pasal 55 dan 56 KUHP tentang penipuan. Ancaman hukumannya maksimal 4 tahun penjara.
Polisi Ingatkan: Rekrutmen Polri Itu Gratis
Polisi juga mengingatkan bahwa seleksi Bintara Polri tidak dipungut biaya sepeser pun. Semua proses rekrutmen dilakukan secara transparan dan profesional.
“Kalau ada yang menjanjikan bisa bantu lolos seleksi dengan uang, itu pasti penipuan,” tutup Arisandi. (Bayu)

















