Survei ini, yang dilakukan beberapa bulan lalu sebagai tolok ukur efektivitas layanan publik di lingkungan Pemerintah Kabupaten Way Kanan, secara konsisten menyoroti keberhasilan inovasi Disdukcapil. Fokus utama ada pada program pelayanan langsung di tingkat kecamatan, yang secara signifikan mengurangi hambatan geografis dan logistik bagi warga.
Kecamatan Banjit: Kisah Sukses Pelayanan Adminduk di Garis Depan
Kecamatan Banjit menjadi salah satu contoh nyata keberhasilan program ini. Di sana, petugas Disdukcapil secara rutin hadir untuk melayani berbagai kebutuhan Adminduk, mulai dari perekaman Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el), pencetakan Kartu Keluarga (KK), akta kelahiran, hingga dokumen kependudukan lainnya. Kemudahan ini dirasakan langsung oleh warga.
Kadek Wijaya, warga Kampung Juku Batu, Kecamatan Banjit, mengungkapkan kelegaannya. “Kami merasa sangat terbantu dengan adanya pelayanan ini. Apalagi sekarang anak-anak mulai masuk sekolah, jadi kalau ada perbaikan administrasi bisa langsung ditangani tanpa harus ke kabupaten,” kata Kadek, yang baru saja mengurus dokumen KK untuk anaknya.
Sebelum adanya layanan di kecamatan, warga Banjit harus menempuh perjalanan sekitar tiga jam menggunakan sepeda motor untuk mencapai Kantor Disdukcapil di pusat kabupaten. Medan yang berbukit dan kondisi jalan yang tidak selalu mulus menjadi tantangan berat, khususnya bagi lansia atau mereka yang tidak memiliki kendaraan pribadi.
“Dulu kalau mau ngurus akta atau KTP itu mesti minta tolong orang, kadang pakai jasa calo. Tapi sekarang bisa langsung datang ke kantor kecamatan saat petugas buka pelayanan,” tambahnya, menggambarkan perubahan signifikan dalam kemudahan akses.
Apresiasi dari Kepala Kampung dan Ketua APDESI
MA Khoirin, S.Pd., Kepala Kampung Juku Batu, memberikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi Disdukcapil. Menurutnya, kehadiran layanan Adminduk di Kecamatan Banjit telah mengubah lanskap pelayanan publik di wilayahnya. “Masyarakat sangat terbantu, apalagi banyak kampung di sini yang letaknya cukup jauh dari pusat kabupaten. Waktu dan biaya bisa dihemat. Ini contoh pelayanan yang pro-rakyat,” ujar Khoirin.
Senada dengan itu, Agus Rianto, Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Banjit, menyoroti peningkatan partisipasi masyarakat dalam pengurusan dokumen resmi. “Kepala Kampung di Kecamatan Banjit mengapresiasi Pegawai Disdukcapil yang bertugas di Kantor Kecamatan Banjit. Banyak warga yang sebelumnya belum memiliki dokumen penting seperti KTP dan akta kelahiran kini sudah memiliki data administrasi lengkap,” tutupnya, menandakan dampak positif yang luas dari program jemput bola ini.
Keberhasilan program pelayanan jemput bola Disdukcapil Way Kanan, khususnya di Kecamatan Banjit, menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan pelayanan publik yang inklusif dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat. (Heri)
