Gorontalo, 18 Juli 2025 — Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Gorontalo, Kombes Pol Lukman Cahyono, S.I.K., M.H., turun langsung ke lapangan meninjau pelaksanaan sidang di tempat dalam rangkaian Operasi Patuh Otanaha 2025. Peninjauan dilakukan di titik razia yang berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Gorontalo, Jumat pagi (18/7).
Dalam kegiatan tersebut, Kombes Pol Lukman memastikan seluruh proses penindakan berjalan sesuai prosedur serta menjunjung tinggi prinsip pelayanan yang transparan, cepat, dan humanis. Penegakan hukum dilakukan melalui kerja sama lintas lembaga antara Kepolisian, Kejaksaan, dan Pengadilan Negeri Gorontalo.
“Kami ingin memastikan bahwa proses penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas tidak hanya tegas, tapi juga memberikan kemudahan bagi masyarakat. Pelanggar dapat langsung disidang dan membayar denda di lokasi tanpa harus menjalani proses panjang di pengadilan,” ujar Dirlantas kepada media.
Dalam razia tersebut, puluhan pengendara terjaring karena berbagai pelanggaran lalu lintas, di antaranya tidak menggunakan helm, penggunaan knalpot brong, hingga tidak membawa SIM dan STNK. Para pelanggar langsung menjalani sidang dan menerima putusan di tempat.
Selain penindakan, petugas juga aktif memberikan edukasi kepada para pengguna jalan mengenai pentingnya keselamatan berkendara dan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas. Sosialisasi ini menjadi bagian penting dari upaya menumbuhkan kesadaran kolektif demi menurunkan angka kecelakaan lalu lintas.
Pelaksanaan sidang di tempat dinilai efektif memberikan efek jera sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat tentang konsekuensi hukum dari pelanggaran yang dilakukan.
Operasi Patuh Otanaha 2025 dijadwalkan berlangsung hingga 27 Juli 2025, dengan sasaran utama pada pelanggaran kasat mata yang berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan lainnya. Melalui operasi ini, Polda Gorontalo menargetkan terjadinya peningkatan disiplin dan budaya tertib berlalu lintas di seluruh wilayah hukum Polda.
Dengan kehadiran langsung pejabat utama Polda di lapangan, operasi ini menunjukkan komitmen institusi kepolisian untuk menghadirkan penegakan hukum yang lebih dekat, transparan, dan berorientasi pada keselamatan masyarakat. (***)
















