Makale, Tana Toraja — Suasana mencekam menyelimuti kawasan SPBU Kampen Nomor 74.91886, Kelurahan Kamali Pentalluan, Kecamatan Makale, Sabtu siang (19/7/2025), setelah ledakan hebat memicu kebakaran yang melalap sebagian besar fasilitas SPBU. Peristiwa nahas ini terjadi sekitar pukul 13.45 Wita dan mengakibatkan kerugian ditaksir mencapai Rp 2,5 miliar.
Berdasarkan informasi awal serta gambar yang beredar di grup WhatsApp, kendaraan penyebab ledakan diduga kuat adalah mobil pelangsir BBM ilegal—yakni kendaraan yang biasa digunakan untuk membeli BBM dalam jumlah besar dan menjual kembali secara tidak resmi.
Mobil tersebut, Toyota Kijang putih tanpa nomor polisi (hangus terbakar total), dilaporkan mengalami ledakan pada bagian mesin saat sedang mengisi BBM. Percikan api dari ledakan itu kemudian menyambar ke area SPBU dan menyebabkan kebakaran hebat.
“Kami mendengar suara ledakan keras, lalu api langsung membesar,” kata Adi (22), operator SPBU yang jadi salah satu saksi.

Kapolda Sulsel: “Tindak Tegas Mafia BBM, Saya Jadi Bemper Kalian!”
Menanggapi maraknya kasus-kasus penyalahgunaan BBM, termasuk dugaan praktik pelangsiran yang memicu kebakaran ini, Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol. Drs. Rusdi Hartono, M.Si., sebelumnya telah menyampaikan sikap tegasnya dalam sebuah apel pagi di hadapan jajaran.
“Sekarang paling banyak demo soal BBM ilegal. Saya minta kepada jajaran Ditreskrimsus Polda dan seluruh Kapolres, tindak tegas mafia BBM,” tegas Irjen Rusdi.
Ia juga menegaskan bahwa tidak ada ruang bagi oknum yang bermain dalam bisnis BBM ilegal, dan dirinya siap bertanggung jawab penuh atas tindakan hukum yang dilakukan bawahannya.
“Jangan takut memberikan tindakan tegas ke mafia BBM ilegal. Karena saya, Kapolda, tidak terlibat di situ. Bila kalian bertindak tegas, saya siap jadi bemper kalian. Apa pun risikonya, karena saya sebagai pimpinan kalian tidak terlibat,” ujarnya lantang.
Kapolda juga menegaskan bahwa suara masyarakat harus direspon dengan tindakan nyata.
“Ketika masyarakat bersuara, maka lakukan. Apa yang kita tulis di depan kantor Polri untuk masyarakat—itu bukan sekadar slogan, tapi komitmen Polri. Maka tertibkan dengan tegas siapa pun yang terlibat. Bersihkan!”
Sementara itu, sopir kendaraan—yang diketahui bernama Marthen Loloallo, karyawan Koperasi 88—dilaporkan melarikan diri dari lokasi kejadian sesaat setelah ledakan terjadi. Pihak kepolisian kini tengah memburu keberadaan Marthen untuk penyelidikan lebih lanjut.
Api baru bisa dipadamkan sekitar pukul 14.00 Wita setelah dua unit mobil Damkar dari Pemkab Tana Toraja berjibaku melawan kobaran api.
Dua operator SPBU mengalami luka ringan akibat kejadian ini:
• Adi (22) mengalami lecet di kaki karena pecahan kaca.
• Aldi (25) luka lecet akibat terjatuh saat berupaya menyelamatkan diri.
Keterangan tambahan juga diberikan oleh Ramli (52), pengawas SPBU, serta dua saksi lainnya yang berada di lokasi. Mereka mengonfirmasi bahwa kendaraan tersebut memang sudah mencurigakan karena tidak memiliki nomor plat.
Pihak berwajib telah memasang garis polisi dan melakukan olah TKP. Penyelidikan kini berfokus pada dugaan kuat praktik pelangsiran BBM ilegal yang memicu insiden ini. (Tim/Pur)
















