Gorontalo – Suasana hening menyelimuti Taman Makam Pahlawan (TMP) Limboto pada Sabtu dini hari (16/8/2025). Tepat pukul 00.00 WITA, ratusan obor menyala, menerangi makam para pejuang bangsa. Dalam keheningan itu, Wakapolda Gorontalo Brigjen Pol. Simson Z. Ringu, S.I.K., M.Si., berdiri bersama jajaran Forkopimda dan pejabat utama TNI-Polri, mengikuti prosesi Apel Kehormatan dan Renungan Suci dalam rangka HUT ke-80 Kemerdekaan RI.
Bagi Brigjen Simson, momen tersebut bukan sekadar ritual tahunan. Ia melihatnya sebagai kesempatan untuk menundukkan kepala, mengenang jasa mereka yang gugur, dan sekaligus bercermin: sudahkah generasi sekarang, termasuk Polri, benar-benar melanjutkan perjuangan para pahlawan?
Melalui Kabid Humas Polda Gorontalo, Kombes Pol. Desmont Harjendro A.P., S.I.K., M.T., Wakapolda menyampaikan pesan mendalam bahwa apel renungan suci adalah momentum reflektif.
“Para pahlawan berjuang tanpa pamrih, bahkan rela mengorbankan nyawa demi bangsa. Sebagai anggota Polri, kita harus menjaga amanah itu dengan sepenuh hati. Tugas menjaga persatuan, keamanan, dan ketertiban bukanlah sekadar pekerjaan, melainkan kelanjutan dari perjuangan mereka,” ungkapnya.
Brigjen Simson menekankan, nilai keikhlasan dan pengorbanan para pahlawan harus menjadi teladan dalam menjalankan tugas sehari-hari. Menurutnya, setiap anggota Polri dituntut untuk bekerja bukan hanya dengan profesionalisme, tetapi juga dengan rasa cinta tanah air yang tulus.
Rangkaian acara ditutup dengan doa bersama. Dalam balutan keheningan itu, Wakapolda menegaskan pentingnya menghargai pengorbanan masa lalu dengan mengabdi sepenuh hati di masa kini. “Renungan suci ini adalah pengingat, bahwa kemerdekaan yang kita nikmati hari ini bukan hadiah, melainkan warisan dari darah dan air mata para pahlawan,” pungkasnya. (***)


















