Tuban, 17 Oktober 2025 – Komunitas Gusdurian Tuban bekerjasama dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas PGRI Ronggolawe (Unirow) Tuban sukses menggelar sarasehan bertema “Moderasi Beragama sebagai Pilar Persatuan” pada Jumat (17/10). Kegiatan ini berlangsung di ruang perpustakaan lantai 3 Unirow Tuban dan dihadiri oleh puluhan mahasiswa dari berbagai kampus di Tuban.
Sarasehan ini menjadi ajang dialog lintas mahasiswa dalam rangka menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan toleransi beragama, dengan semangat untuk menjadikan perbedaan sebagai kekuatan bangsa, bukan sumber perpecahan.
“Kami ingin menegaskan bahwa berbeda tidak berarti bermusuhan. Justru dari keberagaman itulah bangsa ini bisa menjadi kuat dan besar,” ujar Muhammad Abdul Wahab atau yang akrab disapa Gus Wahab, selaku narasumber utama yang juga merupakan penggerak komunitas Gusdurian Tuban.
Dalam sesi dialog, Gus Wahab menekankan pentingnya moderasi beragama sebagai bentuk dakwah kebangsaan yang harus terus disuarakan di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk.
Senada dengan itu, Wakil Rektor III Unirow Tuban, Bapak Suantoko, M.Pd., dalam sambutannya mengutip pernyataan Presiden Soekarno: “Kalau menjadi Islam, jangan menjadi orang Arab. Kalau menjadi Hindu, jangan menjadi orang India. Kalau menjadi Konghucu, jangan menjadi orang China. Jadilah tetap orang Indonesia.” Menurutnya, untuk menggapai cita-cita luhur tersebut, pemahaman moderasi beragama harus ditanamkan sejak dini, khususnya di kalangan mahasiswa sebagai agen perubahan bangsa.
Acara dibuka secara resmi pada pukul 08.00 WIB oleh Wakil Rektor III dengan bacaan basmalah dan harapan besar bahwa kegiatan ini bukan hanya berakhir pada satu pertemuan, namun menjadi awal dari gerakan yang lebih luas dalam membangun kesadaran moderasi beragama di lingkungan kampus.
Sarasehan yang berlangsung hingga pukul 10.30 WIB ini disambut antusias oleh para peserta. Mereka merasa mendapatkan perspektif baru tentang cara beragama yang lebih inklusif dan tidak dogmatis. “Kegiatan ini memberi warna baru bagi kami dalam melihat keberagamaan. Sangat membekas dan menyentuh,” ujar salah satu peserta.
Kegiatan diakhiri dengan penyerahan cendera mata dari panitia kepada peserta dan dari komunitas Gusdurian kepada panitia sebagai simbol kasih sayang dan penghargaan, selaras dengan ajaran Nabi Muhammad SAW: “Salinglah memberi hadiah, niscaya kalian akan saling mengasihi.”
Melalui kegiatan ini, diharapkan benih-benih moderasi beragama dapat tumbuh subur di kalangan mahasiswa dan masyarakat luas, menciptakan kehidupan yang rukun dan damai dalam bingkai kebhinekaan.
















