PALANGKA RAYA – Siapa sangka, di tengah hamparan hutan tropis Kalimantan Tengah, kini berdiri sekolah-sekolah yang terhubung langsung dengan dunia digital. Tak lagi terpaku pada papan tulis dan kapur, para pelajar di pedalaman Kalteng kini belajar lewat layar sentuh dan koneksi internet berbasis satelit.
Transformasi ini bukan kebetulan. Di bawah arahan Gubernur H. Agustiar Sabran, Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah berhasil menuntaskan program digitalisasi pendidikan 100 persen di seluruh satuan pendidikan.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, menyebut capaian ini sebagai lompatan besar yang menempatkan Kalteng sejajar dengan daerah maju, bahkan mendapat apresiasi dari pengamat pendidikan luar negeri.
“Sistem digital kita disebut setara dengan perguruan tinggi di Amerika. Ini bukti nyata bahwa Kalteng tak lagi tertinggal dalam hal inovasi pendidikan,” ujarnya, Senin (27/10/2025).
Melalui sistem ini, ribuan pelajar kini dapat mengakses bahan ajar interaktif, video pembelajaran, hingga simulasi praktikum virtual. “Anak-anak lebih semangat. Satu layar bisa membuka berjuta informasi,” tambah Reza.
Tak hanya kota besar, pemerataan akses digital juga menjangkau pelosok berkat dukungan perangkat belajar, jaringan internet Starlink, dan bahkan panel surya di wilayah yang belum memiliki listrik stabil.
“Sekolah di desa yang dulu gelap dan tanpa sinyal, kini bisa terkoneksi. Anak-anak di hulu sungai pun bisa ikut ujian dan belajar daring seperti di kota,” tutur Reza penuh bangga.
Transformasi digital ini tak berhenti pada fasilitas. Kualitas guru juga menjadi fokus utama. Melalui program Pelatihan Guru Humabetang, para pendidik dilatih menghadapi tantangan era digital dengan menghadirkan tokoh nasional seperti Prof. Rhenald Kasali sebagai narasumber.
“Guru bukan hanya mengajar, tapi juga harus menginspirasi dengan teknologi,” kata Reza menegaskan semangat perubahan itu.
Kini, pendidikan di Kalimantan Tengah telah melampaui batas geografisnya. Dari desa di tepian sungai Barito hingga sekolah di jantung Palangka Raya, semuanya terhubung dalam satu misi: membuka masa depan anak-anak Kalteng lewat digitalisasi yang merata. (Nala)

















