Tuban, 06 Desember 2025 – Gelombang kritik terhadap jajaran pimpinan Polres Tuban kembali mencuat. Sebuah poster bergambar Kapolres Tuban dengan tulisan “Copot, Adili, Tidak Becus” beredar luas di media sosial dan group percakapan warga. Poster tersebut memantik tanda tanya besar publik terkait kondisi internal kepolisian di Bumi Wali.
Tidak hanya poster, sejumlah informasi dari lapangan juga menyebut adanya dugaan tekanan terhadap anggota terkait setoran finansial. Dugaan itu menyebutkan bahwa pimpinan diduga memberi tekanan pada anggota untuk menyetor sejumlah uang yang dinilai tidak wajar. Isu tersebut bahkan berkembang hingga menyentuh dugaan pemotongan anggaran operasional yang membuat anggota terdesak dan “menghalalkan segala cara” guna memenuhi target setoran.
Sejumlah sumber yang enggan disebut namanya mengaku resah. Mereka menyebut situasi internal semakin tidak sehat akibat dugaan kebijakan non-prosedural tersebut.
“Kalau tekanan uang seperti itu benar, tentu sangat mengganggu kinerja anggota. Biarpun hanya dugaan, tapi keresahan ini nyata,” kata salah satu sumber yang ditemui Newstizen.
Isu-isu itu menjalar ke publik seiring beredarnya poster bernada penolakan terhadap Kapolres. Publik pun menuntut transparansi dan klarifikasi dari pihak kepolisian.
Untuk memastikan informasi tetap berimbang,
telah mengirimkan sejumlah pertanyaan resmi kepada Kapolres Tuban melalui WhatsApp, termasuk klarifikasi mengenai:
Tanggapan atas poster “copot, adili, tidak becus”
Dugaan tekanan setoran kepada anggota
Dugaan pemotongan anggaran operasional
Kesiapan membuka ruang pemeriksaan Propam
Namun hingga berita ini diterbitkan, Kapolres Tuban memilih bungkam dan tidak memberikan satu pun jawaban.
Sejumlah tokoh masyarakat menilai bahwa klarifikasi diperlukan agar tidak terjadi spekulasi liar.
“Sebagai institusi penegak hukum, transparansi itu penting. Jangan sampai tidak ada klarifikasi sehingga rumor berkembang semakin liar,” ujar salah satu tokoh masyarakat Tuban.
Masyarakat kini menunggu langkah resmi dari kepolisian, termasuk dari Polda Jatim, untuk memastikan apakah isu-isu yang berkembang memiliki dasar atau hanya rumor yang tidak berdasar.
akan terus melakukan pemantauan dan meminta klarifikasi lebih lanjut dan akan memberikan informasi terbaru untuk masyarakat Tuban
















