Surabaya, 02 Maret 2026 – Aksi nekat seorang pria berinisial Ydi (47), warga Krukah Selatan, Surabaya, menggegerkan kawasan pujasera di Jalan Raya Bratang Gede No. 155, Kelurahan Ngagelrejo, Kecamatan Wonokromo, Senin (1/3/2026).
Ydi diamankan jajaran Polsek Wonokromo setelah diduga melakukan percobaan pembunuhan terhadap IS, teman laki-laki dari mantan kekasihnya, VR (45). Peristiwa ini sontak membuat warga Kampung Bratang Gede panik dan berhamburan keluar lokasi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, keributan bermula saat Ydi mendatangi pujasera dan melihat VR tengah berbincang santai bersama IS. Cekcok mulut pun tak terhindarkan. Perdebatan yang terjadi sekitar pukul 18.45 WIB itu disebut-sebut dipicu persoalan pribadi yang dikenal dengan istilah “MEKAR”.
Situasi memanas ketika Ydi tersulut emosi dan mulai bersikap agresif kepada VR. Sempat diperingatkan oleh rekan VR, pelaku justru keluar lokasi dan mengambil sebilah pisau panjang yang telah disiapkan di dalam jok sepeda motornya.
Tak lama kemudian, ia kembali masuk ke area pujasera sambil mengacungkan senjata tajam dan berusaha menikam IS yang sedang duduk.
VR yang berada di lokasi berusaha menghalangi aksi pelaku. Dalam aksi saling dorong dan perebutan senjata, bagian kepala kiri VR terkena sabetan benda tajam. Pelaku juga sempat mencoba mengarahkan pisau ke bagian dada VR, namun aksi tersebut berhasil digagalkan.
Rekaman CCTV di lokasi pujasera memperlihatkan dengan jelas kronologi kejadian tersebut, termasuk momen saat pelaku masuk kembali dengan membawa senjata tajam.
Salah satu warga yang menyaksikan, Rfk, membenarkan bahwa pertengkaran berlangsung sengit sebelum akhirnya aparat kepolisian datang dan mengamankan situasi.
Kapolsek Wonokromo bersama anggota segera mendatangi lokasi setelah menerima laporan warga. Pelaku berhasil diamankan tanpa perlawanan lebih lanjut dan kini telah ditetapkan sebagai tersangka.
Proses hukum terhadap Ydi tengah berjalan. Ia terancam dijerat dengan pasal percobaan pembunuhan serta kepemilikan dan penggunaan senjata tajam tanpa izin.
Sementara itu, VR menyampaikan apresiasi kepada pihak kepolisian atas respons cepat dalam menangani kasus tersebut.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa persoalan pribadi tidak seharusnya diselesaikan dengan kekerasan, terlebih hingga membahayakan nyawa orang lain.
















