Gorontalo Utara – RSUD Zainal Umar Sidiki terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dengan merilis jadwal praktik dokter terbaru untuk Senin, 6 April 2026. Langkah ini menjadi bagian dari upaya manajemen rumah sakit dalam menghadirkan layanan yang lebih terorganisir dan mudah diakses masyarakat.
Pada sesi poliklinik pagi yang dimulai pukul 08.00 hingga 12.00 WITA, berbagai layanan spesialis telah disiapkan secara lengkap. Masyarakat dapat mengakses Poli Penyakit Dalam, Kebidanan dan Kandungan, Jiwa, Anak, Saraf, Mata, hingga Gigi. Setiap layanan ditangani langsung oleh dokter spesialis, memastikan pasien memperoleh diagnosis dan penanganan yang tepat sesuai kebutuhan medis.
Sementara itu, untuk poliklinik siang, layanan difokuskan pada Poli Mata yang beroperasi mulai pukul 14.00 sampai 16.00 WITA. Pengaturan ini memberi fleksibilitas tambahan bagi pasien yang tidak sempat datang di pagi hari.
Tidak hanya layanan utama, rumah sakit juga tetap mengoptimalkan layanan penunjang medis seperti Patologi Klinik serta Anestesi dan Terapi Intensif yang tersedia pada sesi pagi. Kehadiran layanan ini menjadi elemen penting dalam mendukung proses diagnosis hingga tindakan medis lanjutan.
Di sisi lain, kesiapsiagaan layanan gawat darurat dan perawatan tetap menjadi prioritas. Dokter jaga disiagakan di sejumlah unit vital, termasuk Instalasi Gawat Darurat (IGD), IRDO/VK, serta ruang rawat inap. Penjadwalan shift pagi untuk tenaga medis ini bertujuan menjaga respons cepat terhadap kondisi darurat maupun kebutuhan pasien yang sedang menjalani perawatan.
Untuk meningkatkan efisiensi pelayanan, pihak rumah sakit mengarahkan masyarakat menggunakan aplikasi Mobile JKN dalam proses pendaftaran. Sistem ini diharapkan mampu mengurangi antrean serta mempercepat alur administrasi. Pendaftaran dibuka pukul 08.00–12.00 WITA untuk layanan pagi, dan 12.00–14.00 WITA untuk layanan siang.
Dengan publikasi jadwal yang lebih sistematis ini, RSUD ZUS menegaskan komitmennya dalam menghadirkan layanan kesehatan yang responsif, terukur, dan berorientasi pada kenyamanan pasien. Masyarakat pun diharapkan dapat merencanakan kunjungan secara lebih efektif guna memperoleh pelayanan medis yang optimal.
















