Gorontalo Utara – Semangat peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19 Kabupaten Gorontalo Utara tidak hanya tercermin dalam seremoni dan kemeriahan, tetapi juga dalam gerakan nyata membangun kesehatan jasmani masyarakat. Salah satu manifestasinya terlihat dalam gelaran “Go TM Run”, sebuah event olahraga yang menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan tenaga kesehatan dalam mempromosikan gaya hidup aktif.
Keterlibatan dokter internsip serta jajaran tenaga kesehatan dari RSUD dr. Zainal Umar Sidiki (ZUS) pada Sabtu (25/4) menjadi simbol kuat bahwa kesehatan bukan sekadar layanan kuratif di rumah sakit, tetapi juga dimulai dari kebiasaan fisik yang konsisten. Dengan berlari dari garis start hingga finish, para tenaga medis ini tidak hanya menjaga kebugaran pribadi, tetapi juga mengirim pesan edukatif kepada publik: tubuh yang sehat adalah fondasi utama kualitas hidup.
Dalam perspektif kesehatan jasmani, aktivitas lari seperti yang dilakukan dalam Go TM Run memiliki dampak signifikan. Lari merupakan bentuk latihan kardiovaskular yang efektif dalam meningkatkan fungsi jantung, memperlancar sirkulasi darah, serta membantu menjaga keseimbangan metabolisme tubuh. Di tengah pola hidup modern yang cenderung sedentari, kegiatan seperti ini menjadi intervensi promotif yang relevan dan strategis.
Kehadiran Direktur RSUD ZUS, dr. Mohammad Ardiansyah, yang turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut, mempertegas pentingnya kepemimpinan berbasis teladan. Partisipasi langsung pimpinan tidak hanya meningkatkan moral internal tenaga kesehatan, tetapi juga memperkuat legitimasi pesan kesehatan kepada masyarakat luas.
Dalam pernyataannya, dr. Ardiansyah menegaskan bahwa momentum HUT ke-19 bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan refleksi kolektif untuk membangun budaya hidup sehat. Ia menekankan bahwa olahraga seperti lari harus menjadi bagian dari rutinitas masyarakat, bukan hanya kegiatan insidental.
Lebih jauh, keterlibatan aktif dokter internsip di tengah kesibukan pelayanan kesehatan menunjukkan keseimbangan antara profesionalisme dan kesadaran personal terhadap kesehatan jasmani. Ini menjadi contoh konkret bahwa tenaga medis tidak hanya mengobati, tetapi juga mengedukasi melalui aksi nyata.
Go TM Run pun berhasil menjelma menjadi lebih dari sekadar event olahraga. Ia menjadi medium kampanye kesehatan publik yang inklusif, menyatukan berbagai lapisan masyarakat dalam satu gerak: bergerak untuk sehat. Dengan sinergi seperti ini, harapannya pola hidup aktif tidak berhenti sebagai euforia sesaat, melainkan tumbuh menjadi budaya berkelanjutan di Gorontalo Utara.
Pada akhirnya, pesan yang ingin ditegaskan sederhana namun fundamental: kesehatan jasmani adalah investasi jangka panjang. Dan langkah kecil seperti berlari bersama, dapat menjadi awal dari perubahan besar menuju masyarakat yang lebih bugar, produktif, dan berkualitas.
















