Gotong Royong Tanpa Batas! TNI dan Warga Bojonegoro Bangun 10 Jembatan Perintis Garuda Demi Akses Lebih Baik

Bojonegoro, 27 April 2026– Semangat gotong royong kembali menjadi kekuatan utama dalam percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan. Kali ini, jajaran Babinsa dari Kodim 0813 Bojonegoro bersama masyarakat bahu-membahu membangun 10 titik Jembatan Perintis Garuda yang tersebar di berbagai kecamatan.

Tak sekadar pembangunan fisik, proyek ini menjadi simbol kolaborasi antara TNI dan rakyat dalam membuka akses wilayah yang selama ini terisolasi.

Di lapangan, personel TNI bersama warga terlihat kompak mulai dari mengangkut material, merakit rangka besi, hingga melakukan pengecoran pondasi jembatan. Meski medan sulit dan akses terbatas, semangat kebersamaan tak surut.

Pembangunan Jembatan Perintis Garuda ini dilakukan di sejumlah lokasi, di antaranya:

Dusun Bakalan, Desa Kepoh – Kecamatan Kepohbaru

Dusun Gumeno, Desa Sambongrejo – Kecamatan Sumberrejo

Desa Sekaran dan Dusun Gempol, Desa Ngaglik – Kecamatan Kasiman

Dusun Tawaran, Desa Napis – Kecamatan Tambakrejo

Dusun Genengan, Desa Kacangan – Kecamatan Malo

Dusun Sekidang, Desa Soko – Kecamatan Temayang

Desa Meduri dan Dusun Besali – Kecamatan Margomulyo

Dusun Tretes, Desa Pragelan – Kecamatan Gondang

Keberadaan jembatan ini diharapkan mampu menjadi solusi atas keterbatasan akses yang selama ini menghambat mobilitas warga.

Komandan Kodim 0813 Bojonegoro, Dedy Dwi Wijayanto, menegaskan bahwa pembangunan ini bukan sekadar membuka akses jalan.

“Pembangunan Jembatan Perintis Garuda ini dirancang untuk mempermudah akses masyarakat serta memperkuat konektivitas antar wilayah,” ujarnya, Minggu (26/4/2026).

Ia juga menambahkan bahwa TNI akan terus bersinergi dengan masyarakat untuk mendorong pemerataan pembangunan, khususnya di wilayah terpencil.

Di lokasi pembangunan Dusun Tawaran, Desa Napis, proses pekerjaan terus berjalan meski dihadapkan pada tantangan cuaca dan medan.

Pasiter Kodim 0813 Bojonegoro, Surahmat, menyebutkan bahwa tahap perakitan rangka besi menjadi bagian penting untuk memastikan kekuatan struktur jembatan.

“Meski cuaca sering mendung dan hujan, pengerjaan tetap berjalan aman dan kondusif,” jelasnya.

Kehadiran jembatan permanen ini disambut penuh rasa syukur oleh warga. Salah satunya Sunardi (47), warga Dusun Tawaran, yang mengaku telah lama menantikan pembangunan tersebut.

Menurutnya, akses yang selama ini ada sangat terbatas dan berisiko, terutama saat musim banjir.

“Alhamdulillah, sekarang jembatan dibangun permanen. Aktivitas warga jadi lebih lancar dan aman,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Prabowo Subianto serta jajaran TNI Angkatan Darat yang telah merealisasikan pembangunan tersebut.

Pembangunan Jembatan Perintis Garuda ini menjadi bukti nyata kemanunggalan TNI dan rakyat dalam membangun desa. Tak hanya memperlancar mobilitas, tetapi juga membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat.

Dengan akses yang lebih baik, diharapkan roda perekonomian desa dapat bergerak lebih cepat dan merata.

You cannot copy content of this page

Exit mobile version