Panitia Festival Diyonumo Tegaskan Empati untuk Korban Banjir, Fokus Angkat Wisata dan Ekonomi Warga

Panitia Festival Diyonumo Tegaskan Empati untuk Korban Banjir, Fokus Angkat Wisata dan Ekonomi Warga (Foto: Dok)

newstizen.co.id GORONTALO UTARA – Di tengah beragam pandangan publik terkait pelaksanaan Festival Pulau Diyonumo saat sebagian wilayah Gorontalo Utara masih menghadapi dampak bencana, Panitia Lokal Festival Pulau Diyonumo akhirnya angkat bicara. Panitia menegaskan bahwa festival tersebut bukan agenda mendadak, melainkan telah dirancang jauh sebelum musibah banjir melanda.
Perwakilan Panitia Lokal Festival Pulau Diyonumo, Zulham Matuala, mengatakan pihaknya memahami situasi kebatinan masyarakat, khususnya warga Kecamatan Biau yang tengah berjuang bangkit pascabanjir. Namun, ia menegaskan bahwa pelaksanaan festival tetap berjalan karena telah menjadi agenda yang dipersiapkan sejak lama dengan tujuan mendorong sektor ekonomi masyarakat.
“Festival ini bukan kegiatan yang tiba-tiba dimunculkan di tengah situasi sekarang. Agenda ini sudah dipersiapkan jauh sebelum musibah terjadi. Kami memahami rasa duka masyarakat, terutama di Biau, dan empati itu tetap menjadi perhatian kami,” ujar Zulham.
Menurutnya, Festival Pulau Diyonumo tidak sekadar menghadirkan hiburan atau kegiatan seremonial, melainkan diarahkan sebagai ruang penguatan ekonomi masyarakat lokal, terutama sektor pariwisata dan wisata kuliner yang menjadi salah satu potensi unggulan wilayah pesisir Gorontalo Utara.
Festival tersebut diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat, mulai dari pelaku UMKM kuliner, nelayan, penyedia jasa transportasi laut, hingga warga sekitar kawasan wisata Pulau Diyonumo yang menggantungkan penghasilan dari kunjungan wisatawan.
“Banyak pelaku usaha kecil yang akan terlibat. Kami ingin memperkenalkan makanan khas daerah, hasil laut masyarakat, serta potensi wisata Diyonumo agar memberikan manfaat ekonomi nyata bagi warga,” jelasnya.
Selain menjadi ajang promosi destinasi wisata, konsep wisata kuliner yang diusung juga diharapkan mampu memperkenalkan identitas budaya lokal kepada pengunjung. Panitia menilai momentum ini penting untuk memperkuat citra Pulau Diyonumo sebagai salah satu destinasi unggulan Gorontalo Utara.
Meski demikian, Zulham memastikan festival tetap dilaksanakan dengan mengedepankan sensitivitas sosial terhadap masyarakat terdampak bencana. Sebagai bentuk empati, panitia secara sadar memutuskan tidak melibatkan masyarakat maupun ASN asal Kecamatan Biau dalam kepanitiaan maupun aktivitas festival.
“Kami memahami kondisi saudara-saudara kita di Biau yang saat ini masih fokus pada pemulihan pascabanjir. Karena itu, masyarakat dan ASN Biau tidak kami libatkan karena mereka tentu memiliki prioritas yang lebih penting untuk keluarga dan lingkungan mereka,” tegasnya.
Tak hanya itu, panitia juga menyatakan komitmen sosial apabila terdapat kelebihan anggaran festival, maka sebagian akan disalurkan untuk membantu masyarakat Kecamatan Biau yang terdampak banjir.
“Kalau nanti ada kelebihan anggaran festival, kami bersepakat akan menyumbangkan kepada masyarakat Biau terdampak banjir. Festival tetap berjalan karena sudah terencana, tetapi rasa kemanusiaan dan solidaritas tetap harus dijaga,” tambah Zulham.
Panitia berharap masyarakat dapat melihat Festival Pulau Diyonumo sebagai bagian dari upaya bersama membangkitkan optimisme daerah melalui sektor pariwisata dan ekonomi kerakyatan, tanpa mengesampingkan kepedulian terhadap warga yang tengah menghadapi masa sulit.
“Empati dan pembangunan ekonomi bisa berjalan beriringan. Pariwisata tetap bergerak agar masyarakat kecil memperoleh penghasilan, sementara kepedulian terhadap warga terdampak musibah tetap menjadi perhatian bersama,” pungkas Zulham.

Promo Spesial 11.11 TikTokShop

Promo Kursi Gaming

Rp5xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Kursi Kerja Ergonomis

Rp3xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Meja Kerja/Gaming

Rp2xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Meja Kerja/Gaming

Rp2xx.xxx

Belanja Aman di Sini

You cannot copy content of this page