Surabaya 22 Agustus 2026 — Ketua Komite Anti Korupsi Indonesia (KAKI) Jawa Timur, Moh. Hosen, mendorong Presiden Prabowo Subianto melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja jajaran Kabinet Merah Putih.
Menurut Hosen, masa pemerintahan hingga 2029 harus dimanfaatkan secara maksimal untuk mempercepat pembangunan dan meletakkan fondasi menuju target Indonesia Emas 2045.
Ia menilai setiap menteri harus mampu menunjukkan kinerja yang terukur, memiliki integritas dan kompetensi, serta menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat.
“Evaluasi kabinet harus dilakukan secara objektif berdasarkan kinerja dan kebutuhan nasional, bukan karena kepentingan politik maupun suka dan tidak suka. Jika ada menteri yang belum mampu memenuhi target, Presiden tentu memiliki kewenangan untuk melakukan penyegaran,” ujar Moh. Hosen, Sabtu (22/8/2026).
Hosen menyebut pemerintah memiliki pekerjaan besar yang membutuhkan jajaran menteri yang mampu bekerja cepat, profesional dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Ia juga menilai Indonesia memiliki banyak figur profesional dan independen yang memiliki kapasitas untuk membantu pemerintah menjalankan agenda pembangunan nasional.
Namun demikian, Hosen mengingatkan agar kritik maupun usulan evaluasi terhadap menteri tidak berubah menjadi penghakiman pribadi.
“Semua penilaian harus berdasarkan data, capaian program dan indikator yang dapat dipertanggungjawabkan. Yang kita inginkan bukan sekadar pergantian orang, tetapi peningkatan kualitas pemerintahan,” tegasnya.
Dalam pandangannya, Hosen menyebut sejumlah nama menteri yang menurutnya perlu menjadi perhatian Presiden untuk dilakukan evaluasi. Ia menyampaikan evaluasi tersebut sebagai bagian dari upaya mendorong efektivitas pemerintahan menuju Indonesia Emas 2045.
Nama-nama yang disebut antara lain:
Widiyanti Putri Wardhana – Menteri Pariwisata
Airlangga Hartarto – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian
Pratikno – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan
Bahlil Lahadalia – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)
Erick Thohir – Menteri Pemuda dan Olahraga
Muhammad Tito Karnavian – Menteri Dalam Negeri
Budi Gunadi Sadikin – Menteri Kesehatan
Andi Amran Sulaiman – Menteri Pertanian
Saifullah Yusuf – Menteri Sosial
Zulkifli Hasan – Menteri Koordinator Bidang Pangan
Agus Harimurti Yudhoyono – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan
Dito Ariotedjo – Menteri Pemuda dan Olahraga
Budi Arie Setiadi – Menteri Koperasi
Hosen menegaskan, daftar tersebut merupakan pandangan dan dorongan untuk dilakukan evaluasi, bukan bentuk penghakiman terhadap pribadi para menteri.
“Setiap posisi strategis harus diisi oleh orang yang mampu bekerja cepat, profesional dan memberikan manfaat nyata bagi rakyat,” katanya.
Lebih lanjut, Ketua KAKI Jatim mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Menurutnya, kritik terhadap pemerintah merupakan bagian dari kehidupan demokrasi. Namun kritik harus disampaikan secara bijak, konstruktif dan bertanggung jawab.
“Target Indonesia Emas 2045 tidak boleh hanya menjadi slogan. Kalau evaluasi menunjukkan perlunya penyegaran kabinet, keputusan harus diambil demi kepentingan rakyat, pembangunan nasional dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pungkasnya.

















