Breaking News: Kebakaran Hutan di Biau Mengancam Permukiman, Warga Berjuang Padamkan Api dengan Alat Seadanya

Breaking News: Kebakaran Hutan di Biau Mengancam Permukiman, Warga Berjuang Padamkan Api dengan Alat Seadanya (Foto: BYP)

GORONTALO UTARA – Kebakaran hutan kembali melanda wilayah Kecamatan Biau, Kabupaten Gorontalo Utara. Kobaran api yang terjadi di Dusun Bia, Desa Windu, tepatnya di kawasan Kompleks Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa malam (6/10/2026), mulai mengancam permukiman warga.
Berdasarkan pantauan langsung di lokasi, api terus membesar dan merambat ke arah rumah-rumah penduduk. Salah satu bangunan yang berada dalam kondisi terancam adalah rumah milik Alam Musa, yang diketahui baru selesai dibangun.
Seorang warga setempat, Santi Monoarfa, mengungkapkan bahwa kebakaran tersebut sebenarnya telah terjadi sejak sehari sebelumnya. Namun, hingga malam ini api masih belum berhasil dipadamkan dan justru semakin meluas.
“Kebakaran ini sudah berlangsung sejak kemarin,” ujar Santi kepada awak media.
Melihat api yang terus mendekat, warga sekitar bergerak cepat melakukan upaya pemadaman secara swadaya. Dengan menggunakan peralatan sederhana, mereka bahu-membahu berusaha menghalau kobaran api agar tidak menjalar ke rumah-rumah warga.
Meski demikian, besarnya kobaran api serta kondisi lahan yang kering membuat upaya pemadaman belum membuahkan hasil maksimal. Hingga berita ini diterbitkan, api masih terus berkobar dan mengancam bangunan di sekitarnya.
Warga berharap adanya respons cepat dari pemerintah daerah serta instansi terkait untuk segera mengerahkan personel dan peralatan pemadam agar kebakaran tidak semakin meluas dan menimbulkan kerugian yang lebih besar.
Hingga berita ini ditayangkan, masyarakat masih berjibaku memadamkan api dengan alat seadanya. Belum terlihat adanya petugas dari pemerintah maupun instansi penanggulangan bencana yang berada di lokasi untuk melakukan penanganan.
Redaksi masih berupaya menghimpun informasi lebih lanjut terkait luas area yang terbakar, penyebab kebakaran, serta kemungkinan adanya korban maupun kerugian material. (Red)

You cannot copy content of this page

Exit mobile version