Pembahasan tersebut dipimpin langsung oleh Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Gorontalo, Nuryanto, didampingi jajaran Bapenda Provinsi Gorontalo dalam rapat koordinasi yang berlangsung di Ruang Kerja Sekda Kota Gorontalo, Rabu (21/10/2026).
Fokus utama pertemuan adalah mencocokkan berbagai data objek pendapatan yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Gorontalo, namun berada dan berkembang di wilayah administrasi Kota Gorontalo. Langkah ini dinilai penting agar pembagian pendapatan antar-pemerintah daerah dapat dilakukan secara tepat berdasarkan data yang valid.
Menurut Nuryanto, proses rekonsiliasi tidak hanya mengandalkan data administrasi, tetapi juga harus dibuktikan melalui verifikasi lapangan. Dengan demikian, seluruh objek penerimaan dapat dipastikan keberadaannya sekaligus menghasilkan data yang akurat.
“Tadi sudah dilakukan pembahasan terkait data-data yang akan direkonsiliasi dan diverifikasi di lapangan,” kata Nuryanto.
Ia menjelaskan, verifikasi tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan besaran penerimaan yang menjadi hak Pemerintah Kota Gorontalo sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Intinya, PAD provinsi juga ada bagian untuk Kota Gorontalo. Karena itu, perlu dilakukan verifikasi dan validasi data sampai ke lapangan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Nuryanto menilai sinkronisasi data menjadi langkah penting dalam memperkuat tata kelola keuangan daerah yang transparan dan akuntabel. Dengan data yang telah diverifikasi, pemerintah akan lebih mudah memetakan potensi pendapatan sekaligus meminimalkan perbedaan pencatatan antarinstansi.
Selain itu, koordinasi antara Pemerintah Kota Gorontalo dan Pemerintah Provinsi Gorontalo akan terus ditingkatkan sebagai bagian dari upaya membangun sistem pengelolaan pendapatan yang lebih efektif. Hasil verifikasi nantinya diharapkan menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan optimalisasi PAD pada tahun-tahun mendatang.
Pemerintah Kota Gorontalo optimistis, melalui proses rekonsiliasi yang komprehensif dan berbasis fakta lapangan, seluruh potensi ekonomi yang berkembang di wilayah kota dapat memberikan kontribusi maksimal terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah. Peningkatan penerimaan tersebut diharapkan mampu memperkuat kapasitas fiskal daerah dalam membiayai pembangunan, memperluas pelayanan publik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat Kota Gorontalo.
