Kalteng – Pelantikan pengurus Barisan Pertahanan Masyarakat Adat Dayak (Batamad) dan Forum Kedamangan Provinsi Kalimantan Tengah menjadi momentum penting dalam perjalanan masyarakat adat Dayak. Digelar di halaman Istana Isen Mulang, Palangka Raya, Minggu (24/8/2025), acara ini bukan sekadar seremonial, melainkan penegasan komitmen untuk menjaga kearifan lokal sekaligus memperkuat ketahanan sosial budaya di Bumi Tambun Bungai.
Sekretaris Umum Dewan Adat Dayak (DAD) Kalteng, Yulindra Dedy, menekankan bahwa momen ini sarat makna. Selain bertepatan dengan rangkaian Seminar Internasional Pumpung Hai Borneo, kegiatan ini juga menjadi bagian dari peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-80 dan HUT DAD Kalteng ke-22.
Pengukuhan tersebut menghadirkan sosok penting, yakni Luhing Simon sebagai Kepala Batamad Provinsi Kalteng. Bukan tanpa alasan, Luhing dipandang sebagai peletak dasar Batamad sejak deklarasi pertamanya di Bundaran Besar Palangka Raya. Kini, sejarah seolah berputar kembali dengan pengukuhannya di lokasi yang sarat simbol perjuangan Dayak.
“Pak Luhing memahami betul fungsi Batamad sejak awal, karena beliau terlibat langsung dari nol. Inilah bentuk penghargaan dan penguatan kembali terhadap akar perjuangan,” ujar Dedy.
Dengan dikukuhkannya Batamad dan Forum Kedamangan yang dipimpin Wawan Embang, masyarakat Dayak meneguhkan kembali peran adat dalam menjaga harmoni, menyelesaikan sengketa, serta memperkokoh sendi-sendi kehidupan bermasyarakat.
Acara yang berlangsung khidmat dengan balutan ritual adat dan dihadiri berbagai elemen masyarakat ini menjadi bukti bahwa adat tidak hanya menjadi identitas, melainkan juga benteng moral dan sosial di tengah arus modernisasi. Kehadiran Batamad dan Kedamangan diharapkan mampu menjadi penyangga perdamaian dan kearifan lokal Kalimantan Tengah di masa depan. (Nala)

















