Pohuwato, Sabtu (27/9/2025) – Kabupaten Pohuwato menunjukkan komitmennya dalam mendukung program Swasembada Pangan Nasional Tahun 2025 melalui pelaksanaan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal III yang dipusatkan di Kompleks SPBU Randangan, Desa Motolohu, Kecamatan Randangan.
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda, di antaranya Wakil Bupati Pohuwato H. Iwan S. Adam, S.H., Kapolres Pohuwato AKBP Busroni, S.I.K., M.H., Dandim 1313 Pohuwato Letkol Inf. Madiyan Surya, Hub.Int., M.Han., Ketua DPRD Pohuwato H. Beni Nento, S.E.I., serta perwakilan instansi terkait, tokoh masyarakat, dan kelompok tani setempat.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pohuwato, Kamri Alwi, S.Pi., M.Si., menyoroti sejumlah tantangan dalam pengembangan jagung, seperti serangan hama tikus dan keterbatasan gudang penyimpanan hasil panen. Untuk itu, pemerintah tengah menyiapkan program asuransi pertanian dengan iuran Rp125 ribu per hektar yang dapat memberikan perlindungan hingga Rp10 juta per hektar apabila terjadi gagal panen.
Sementara itu, Wakil Bupati H. Iwan S. Adam menegaskan bahwa dukungan Polres Pohuwato menjadi bukti nyata kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat ketahanan pangan. Ia juga mendorong agar investor tidak hanya membeli hasil panen, melainkan membangun pabrik pengolahan jagung di Pohuwato. “Dengan adanya pabrik, nilai tambah produk meningkat dan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat,” ujarnya.
Kapolres Pohuwato, AKBP Busroni, menambahkan bahwa Polri siap mendampingi petani secara langsung di lapangan. “Kami ingin memastikan para petani bekerja dengan aman dan nyaman. Semoga Pohuwato dapat menjadi lumbung pangan yang membanggakan Gorontalo dan Indonesia,” ucapnya.
Panen raya ini ditutup dengan kegiatan simbolis pemetikan jagung oleh unsur Forkopimda, diikuti video conference bersama Kapolri, Menko Bidang Pangan, Menteri Pertanian, dan Dirut Perum Bulog yang memantau panen serentak di seluruh Indonesia.
Acara yang berlangsung hingga pukul 13.30 WITA itu berjalan aman, lancar, dan penuh semangat kebersamaan, menjadi langkah penting bagi Pohuwato dalam mewujudkan swasembada pangan sekaligus membuka peluang investasi pertanian di daerah. (***)

















