Gorontalo, 28 September 2025 – Badan Gizi Nasional (BGN) terus memperkuat upaya pemenuhan gizi masyarakat melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Salah satunya diwujudkan lewat Pelatihan Penjamah Makanan yang digelar di Grand Misfalah, Limboto, Minggu (28/9/2025).
Pelatihan ini diikuti oleh 10 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), terdiri dari 9 SPPG asal Kabupaten Gorontalo dan 1 SPPG dari Kabupaten Gorontalo Utara. Kegiatan turut didampingi oleh KAREG (Kordinator Regional Provinsi Gorontalo) Zulkifli Taluhumala, WAKIL KAREG (Regional Prov Gorontalo), Siti Amalia Gumohung, KORWIL (Kordinator Wilayah Kab. Gorontalo) Arisanti Celine Kukus, KORWIL (Kordinator Gorontalo Utara) Wardio Detuage bersama jajaran SPPI: Fadli Ahmad, Taufik Purnama Indara, Rifda Hasan, Mely Lakoro, dan Muh. Ikbal.
Menurut Zulkifli Taluhumala, penjamah makanan memiliki peran vital dalam memastikan makanan aman dan layak konsumsi. “Mereka yang mengolah, menyimpan, hingga menyajikan makanan bertanggung jawab langsung terhadap kebersihan dan keamanan pangan. Kontaminasi sekecil apa pun bisa berdampak pada kesehatan masyarakat,” jelasnya. Hal ini sejalan dengan definisi WHO serta regulasi Permenkes No. 1096/MENKES/PER/VI/2011.
Kegiatan pelatihan menghadirkan sejumlah narasumber lintas sektor. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gorontalo, Anita Hippy, S.H., membawakan materi bertajuk Sanitasi di SPPG. Ia menekankan pentingnya izin lingkungan, pengelolaan AMDAL, pencegahan pencemaran, penyediaan air bersih, hingga pengawasan rutin sebagai syarat mutlak keberlangsungan pelayanan gizi.

Sementara itu, dari sisi kesehatan, Rusdy Miolo, M.PH., perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo, menyampaikan materi Higienitas di SPPG. Ia menekankan bahwa penyelenggaraan keamanan pangan harus dimulai sejak pemilihan bahan makanan hingga proses distribusi. “Bahan harus disortir dengan baik, yang tidak layak harus dipulangkan. Pengantaran makanan pun wajib menggunakan kendaraan sesuai standar kebersihan,” jelasnya.
Rusdy juga menekankan perlunya kerja sama erat antara ahli gizi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan puskesmas setempat untuk memastikan standar gizi terpenuhi.
Sebagai penutup, peserta dibekali lima kunci keamanan pangan yang menjadi pedoman utama:
Menjaga kebersihan,
Menggunakan air dan bahan baku yang aman,
Memasak dengan benar,
Memisahkan pangan mentah dan matang,
Menyimpan pangan pada suhu aman.
Melalui pelatihan ini, BGN berharap para penjamah makanan di Gorontalo tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga kesadaran penuh akan tanggung jawabnya menjaga kualitas pangan yang sehat, higienis, dan aman untuk masyarakat.
Hingga berita ini ditayangkan, kegiatan masih berjalan. (BYP)

















