Persagi Gorontalo Tekankan AKG, Perencanaan Menu, hingga Teknik Pengolahan untuk Dukung Program MBG

Persagi Gorontalo Tekankan AKG, Perencanaan Menu, hingga Teknik Pengolahan untuk Dukung Program MBG (Foto: Dok)

newstizen.co.id Gorontalo – Pada sesi ketiga Pelatihan Penjamah Makanan yang digelar Badan Gizi Nasional (BGN), Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) Provinsi Gorontalo melalui narasumber Sukarni Ismail, S.Km., M.Kes, menegaskan pentingnya memahami Angka Kecukupan Gizi (AKG) sebagai acuan dalam penyajian makanan sehat.

Sukarni menjelaskan bahwa AKG harus diperhatikan secara khusus, terutama untuk anak-anak dan kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, serta balita (B3). Menurutnya, kebutuhan gizi pada kelompok tersebut berbeda dengan orang dewasa biasa sehingga menu yang disiapkan harus benar-benar sesuai standar.

“Anak-anak butuh asupan energi, protein, vitamin, dan mineral yang cukup untuk mendukung tumbuh kembang optimal. Sementara ibu hamil dan menyusui membutuhkan tambahan nutrisi untuk menjaga kesehatan ibu sekaligus perkembangan janin dan bayi. Karena itu, penjamah makanan perlu paham betul standar AKG,” ujar Sukarni.

Selain itu, Persagi juga menekankan pentingnya perencanaan menu yang baik. Menu tidak hanya harus variatif dan bergizi, tetapi juga disusun berdasarkan kebutuhan energi dan zat gizi harian. “Menu yang monoton bisa membuat anak cepat bosan, sehingga strategi kombinasi bahan makanan sangat penting,” tambahnya.

Dari sisi teknis, Sukarni memberikan panduan mengenai cara pengolahan bahan makanan agar tetap layak konsumsi dan tidak mudah basi. Misalnya dengan memperhatikan kebersihan bahan, teknik penyimpanan yang tepat, hingga metode memasak yang bisa mempertahankan kandungan gizi. “Menggoreng berulang kali atau menyimpan makanan terlalu lama dalam suhu ruang dapat merusak kandungan gizi dan berisiko menimbulkan penyakit,” jelasnya.

Tak kalah penting, Persagi juga menyoroti tentang pengaturan porsi sesuai dengan AKG. Menurut Sukarni, porsi yang disajikan harus disesuaikan dengan kelompok umur dan kondisi fisiologis penerima makanan. “Seringkali anak diberi porsi terlalu besar atau sebaliknya terlalu sedikit. Padahal AKG bisa menjadi pedoman agar sajian tepat jumlahnya, tidak mubazir, dan tetap bergizi,” terangnya.

Pandangan ini diperkuat oleh Wardio Detuage yang menilai materi dari Persagi sangat relevan dengan implementasi program Makanan Bergizi Gratis (MBG). “MBG tidak sekadar soal makanan gratis, tetapi bagaimana menjamin kualitas gizi dan kelayakan sajiannya. Materi Persagi sangat membantu penjamah makanan memahami standar tersebut,” tegas Wardio.

Pelatihan ini diharapkan dapat melahirkan tenaga penjamah makanan yang tidak hanya paham aspek higienitas, tetapi juga mampu menyajikan menu yang sesuai standar gizi nasional, aman, sehat, dan mendukung keberhasilan program MBG di Gorontalo. (BYP)

Promo Spesial 11.11 TikTokShop

Promo Kursi Gaming

Rp5xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Kursi Kerja Ergonomis

Rp3xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Meja Kerja/Gaming

Rp2xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Meja Kerja/Gaming

Rp2xx.xxx

Belanja Aman di Sini

You cannot copy content of this page