Gorontalo – Di tengah gencarnya tantangan ekonomi dan perubahan iklim yang mengancam produksi pangan, langkah Polres Pohuwato menanam dan memanen jagung di lahan binaan Propam menjadi simbol perubahan cara pandang aparat kepolisian — dari sekadar pelindung keamanan menjadi bagian aktif dari produktivitas rakyat.
Plh. Kapolres Pohuwato, AKBP Juprisan P. Nasution, S.I.K., bersama jajaran, Kamis (30/10/2025), turun langsung ke lahan pertanian binaan di Desa Dulomo untuk melaksanakan panen jagung. Kegiatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi bentuk nyata dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan nasional dan implementasi konsep Polri Presisi yang kini merambah ke bidang ekonomi rakyat.
“Kami tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban, tapi juga berupaya membantu masyarakat melalui kegiatan produktif seperti pertanian ini,” ujar Kapolres dengan nada optimistis.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakapolres, pejabat utama, Dinas Pertanian, penyuluh, dan masyarakat setempat — sebuah kolaborasi lintas sektor yang memperlihatkan bahwa pembangunan pangan bukan hanya urusan petani, melainkan tanggung jawab bersama.
Lebih dari sekadar menanam jagung, inisiatif ini menanam kepercayaan baru: bahwa aparat kepolisian bisa menjadi mitra langsung masyarakat dalam menciptakan ketahanan ekonomi berbasis pangan lokal.
Dalam konteks yang lebih luas, langkah Polres Pohuwato ini menjadi refleksi bagaimana institusi keamanan mulai menyesuaikan perannya dengan kebutuhan zaman — tidak hanya menjaga dari ancaman sosial, tetapi juga mengamankan masa depan pangan.
Bagi masyarakat Pohuwato, panen jagung kali ini mungkin hanya satu dari sekian aktivitas pertanian. Namun, di balik barisan tongkol jagung yang menguning, tersimpan pesan besar: keamanan sejati dimulai dari perut yang kenyang dan tangan yang produktif. ###

















