Isen Mulang Cup 2025: Arena Adu Nyali dan Disiplin Pemadam Kebakaran se-Kalimantan

Isen Mulang Cup 2025: Arena Adu Nyali dan Disiplin Pemadam Kebakaran se-Kalimantan (Foto: Nala)

newstizen.co.id Kalteng – Gelaran Isen Mulang Cup 2025 kembali menjadikan Palangka Raya sebagai pusat adrenalin bagi ratusan regu pemadam kebakaran se-Kalimantan. Lebih dari sekadar lomba, ajang yang diprakarsai Pemprov Kalimantan Tengah melalui Dinas Kehutanan ini telah menjelma menjadi ruang pembentukan karakter dan kedisiplinan bagi para petarung api—mereka yang bertugas di garis paling depan setiap kali bencana kebakaran mengancam.

Digelar di Stadion Sanaman Mantikei, aroma kompetisi bercampur disiplin lapangan memenuhi udara sejak pagi. Slogan “Pantang Pulang Sebelum Padam” bukan sekadar kalimat penyemangat, melainkan nilai yang benar-benar dihidupi oleh 1.030 peserta dari berbagai unit pemadam, mulai dari Brigadalkarhutla KPH, MPA binaan KPH, Manggala Agni, Damkar Prov/Kota, hingga tim dari dunia usaha pemegang izin kehutanan dan lingkungan.

Tahun ini, dua kategori utama—Class Vakum 2 Cylinder dan Alkon STD—menjadi panggung unjuk kemampuan teknis sekaligus mental para peserta. Setiap tim bukan hanya berlomba soal kecepatan, tetapi juga ketepatan pengambilan keputusan, efisiensi penggunaan peralatan, dan disiplin dalam menjaga keselamatan. Dalam simulasi pemadaman, evakuasi, hingga penyelamatan, para juri menilai hal-hal yang juga terjadi persis di medan tugas nyata.

Tak hanya Kalteng, provinsi tetangga seperti Kalsel, Kaltim, Kalbar, hingga Kaltara ikut meramaikan kompetisi yang memperebutkan total hadiah Rp140 juta ini—sekaligus menunjukkan bahwa ajang ini telah berkembang menjadi gelanggang prestisius lintas daerah.

Kepala Dinas Kehutanan Kalteng, Agustan Saining, menegaskan bahwa kompetisi ini adalah ruang pembentukan kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran yang semakin kompleks. “Ini bukan sekadar lomba, ini adalah latihan besar yang mengasah kemampuan teknis, mental, dan sinergi seluruh pasukan pemadam,” ungkapnya.

Sementara itu, Plt. Sekdaprov Kalteng Leonard S. Ampung, yang mewakili Gubernur saat membuka lomba, menekankan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari upaya membangun budaya tanggap darurat. Menurutnya, kemampuan pemadam bukan hanya soal teknis, tetapi juga koordinasi lintas lembaga dan kesadaran publik.

“Kesigapan tim pemadam harus dibarengi dengan meningkatnya pemahaman masyarakat terhadap bahaya kebakaran. Kombinasi keduanya adalah kunci untuk menciptakan rasa aman bersama,” jelasnya.

Dari pinggir arena, sorak dukungan menggema setiap kali tim berhasil melewati rintangan atau melakukan penyelamatan dengan presisi. Antusiasme peserta pun membuktikan bahwa kompetisi ini menjadi ruang pembelajaran nyata yang tak tergantikan oleh teori.

Isen Mulang Cup bukan sekadar panggung juara, tetapi simulasi krisis skala besar yang mengasah naluri, ketangkasan, dan koordinasi—tiga hal yang menentukan apakah api bisa ditaklukkan atau justru meluas menjadi bencana.

Melalui kegiatan ini, Pemprov Kalteng berharap kesadaran kolektif terhadap bahaya kebakaran semakin kuat, dan kualitas layanan pemadam di seluruh Kalimantan terus meningkat. Karena bagi para “pejuang merah”, kemenangan sesungguhnya bukan di podium, melainkan saat nyala api benar-benar tak lagi mengancam kehidupan. (Nala)

Promo Spesial 11.11 TikTokShop

Promo Kursi Gaming

Rp5xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Kursi Kerja Ergonomis

Rp3xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Meja Kerja/Gaming

Rp2xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Meja Kerja/Gaming

Rp2xx.xxx

Belanja Aman di Sini

You cannot copy content of this page