HMPI 2025 di Kalteng: Dari Sekolah untuk Bumi, Gerakan Hijau yang Menyulut Kesadaran Kolektif

Gerakan Lingkungan yang Tumbuh dari Sekolah, Pendidikan sebagai Motor Utama Restorasi Bumi

HMPI 2025 di Kalteng: Dari Sekolah untuk Bumi, Gerakan Hijau yang Menyulut Kesadaran Kolektif (Foto: Nala)

newstizen.co.id Kalteng – Peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dan Bulan Menanam Pohon Nasional Tahun 2025 di Kalimantan Tengah menghadirkan nuansa yang berbeda tahun ini. Dipusatkan di halaman SMKN 5 Palangka Raya, kegiatan penanaman pohon bukan sekadar ajang seremonial, tetapi menjadi simbol bahwa pendidikan kini berdiri di garis depan dalam gerakan pemulihan lingkungan.

Sekolah yang menjadi tempat tumbuhnya generasi muda sengaja dipilih sebagai lokasi kegiatan, menunjukkan pesan kuat bahwa perubahan besar harus dimulai dari ruang yang melahirkan masa depan. Tidak hanya pemerintah, namun tenaga pendidik, siswa, dan kelompok masyarakat hadir sebagai satu barisan dalam aksi menghijaukan kembali bumi.

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Kalteng, Herson B. Aden, yang membacakan sambutan Gubernur, menekankan bahwa HMPI bukan sekadar kegiatan tahunan. Lebih dari itu, ia adalah panggilan moral agar seluruh masyarakat menyadari urgensi pelestarian lingkungan. Dengan menanam pohon, kata Herson, masyarakat sedang mengirimkan pesan penting bahwa keberlanjutan adalah kerja bersama dan berjangka panjang.

“Menanam pohon adalah simbol harapan, simbol kehidupan, dan simbol komitmen kita terhadap keberlanjutan,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa dunia pendidikan memegang peran strategis dalam menjaga keseimbangan alam. Dengan melibatkan pelajar, pemerintah berharap kesadaran lingkungan tumbuh dari usia dini dan mengakar kuat hingga dewasa. “Langkah kecil hari ini akan berdampak besar bagi generasi mendatang,” ujarnya.

Senada dengan itu, Kepala Dinas Kehutanan Kalteng, Agustan Saining, menegaskan bahwa menanam pohon adalah aksi kecil yang menjadi bagian dari upaya besar memperbaiki ekosistem yang rusak. Menurutnya, peringatan HMPI harus menjadi gerakan yang berkelanjutan, bukan hanya ritual.

“Ini adalah karya nyata untuk membuat bumi kembali tersenyum,” ungkap Agustan.

Ia berharap generasi muda menjadi aktor utama yang mendorong perubahan perilaku terhadap lingkungan. Kalimantan Tengah, dengan kekayaan hutan tropisnya, memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga paru-paru dunia. Karenanya, kesadaran yang dimulai dari sekolah menjadi fondasi penting untuk masa depan.

Penanaman ratusan bibit pohon lokal di lingkungan SMKN 5 Palangka Raya tidak hanya bertujuan menghijaukan area sekolah, tetapi juga menjadi media edukasi hidup bagi para siswa. Mereka tidak hanya melihat, tetapi turut menanam, merawat, dan memahami arti penting pohon bagi keseimbangan bumi.

Pemerintah Provinsi Kalteng berharap momentum ini menjadi lebih dari sekadar seremonial tahunan. Dengan dukungan masyarakat luas, gerakan menanam pohon bisa menjadi rangkaian aksi berkelanjutan yang memulihkan ekosistem sekaligus menumbuhkan budaya peduli lingkungan.

HMPI 2025 menjadi bukti bahwa perubahan menuju masa depan hijau dapat dimulai dari sekolah—tempat nilai, kesadaran, dan komitmen terhadap bumi ditanamkan sejak dini. Dari halaman sekolah, pesan besar itu menggema: melestarikan alam adalah investasi terbaik bagi masa depan. (Nala)

Promo Spesial 11.11 TikTokShop

Promo Kursi Gaming

Rp5xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Kursi Kerja Ergonomis

Rp3xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Meja Kerja/Gaming

Rp2xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Meja Kerja/Gaming

Rp2xx.xxx

Belanja Aman di Sini

You cannot copy content of this page