Bintal Jadi Jalan Tazkiyatun Nafs, Sekretariat DPRD Gorut Perkuat Spirit Kerja Bernilai Ibadah

Foto: Istimewa

newstizen.co.id Gorontalo Utara – Sekretariat DPRD Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut) meneguhkan ikhtiar pembinaan aparatur melalui pendekatan spiritual. Melalui program Bimbingan Rohani dan Mental (Bintal), lembaga ini berupaya menanamkan kesadaran bahwa setiap tugas dan tanggung jawab bukan sekadar rutinitas birokrasi, melainkan bagian dari amanah yang bernilai ibadah. Kegiatan tersebut mulai dilaksanakan pada Jumat, 23 Januari 2026.

Sekretaris DPRD Gorut, Fahrudin Lasulika, menuturkan bahwa penguatan rohani menjadi fondasi penting dalam membangun karakter aparatur yang berintegritas. Menurutnya, kualitas pelayanan publik tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga oleh kejernihan hati, kejujuran, dan kesadaran moral.

“Bintal ini kami maknai sebagai proses penyucian niat dan penguatan akhlak. Ketika bekerja dilandasi nilai keimanan, maka tanggung jawab akan dijalankan dengan lebih tulus dan penuh kesadaran,” ujar Fahrudin.

Ia menegaskan, program ini bukan kegiatan seremonial sesaat, melainkan agenda berkelanjutan yang dirancang untuk menyentuh dimensi batin seluruh unsur di lingkungan DPRD Gorut. Melalui siraman rohani dan refleksi keagamaan, diharapkan tumbuh semangat kebersamaan, saling menghargai, dan rasa persaudaraan dalam bingkai nilai religius.

Berbeda dari kegiatan internal pada umumnya, Bintal ini diikuti secara menyeluruh oleh seluruh elemen DPRD Gorontalo Utara. Mulai dari pimpinan dan anggota DPRD, Kerukunan Keluarga Anggota DPRD (KKAD), ASN dan PPPK baik penuh waktu maupun paruh waktu, hingga tenaga outsourcing yang sehari-hari menjadi bagian dari roda pelayanan sekretariat.

Fahrudin menilai keterlibatan kolektif tersebut sangat penting agar nilai-nilai spiritual tidak berhenti pada tataran wacana, tetapi benar-benar hidup dalam keseharian kerja. Ketika pimpinan hingga tenaga pendukung duduk bersama dalam satu majelis pembinaan rohani, maka sekat-sekat struktural dapat mencair dalam suasana yang lebih humanis dan egaliter.

Penguatan mental dan rohani ini diyakini akan memberi dampak nyata terhadap etos kerja. Aparatur yang memiliki ketenangan batin dan integritas moral diharapkan mampu bekerja lebih disiplin, jujur, dan bertanggung jawab, sehingga kepercayaan publik terhadap lembaga legislatif semakin meningkat.

“Jika hubungan internal dibangun atas dasar nilai iman dan akhlak, maka profesionalisme akan mengikuti dengan sendirinya. Dari sinilah pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal dan penuh keberkahan,” tutup Fahrudin. ***

Promo Spesial 11.11 TikTokShop

Promo Kursi Gaming

Rp5xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Kursi Kerja Ergonomis

Rp3xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Meja Kerja/Gaming

Rp2xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Meja Kerja/Gaming

Rp2xx.xxx

Belanja Aman di Sini

You cannot copy content of this page