JAKARTA,06 Maret 2026 – Rapat Pimpinan Nasional (RAPIMNAS) Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) yang digelar di Hotel Mercure Ancol, Jakarta, Kamis (5/3/2026), membahas berbagai isu strategis kebangsaan. Salah satu topik yang mencuat dalam forum tersebut adalah kualifikasi nasionalisme mahasiswa penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang menempuh pendidikan di luar negeri.
Dalam forum yang dihadiri alumni PMII dari berbagai daerah di Indonesia itu, muncul pandangan bahwa mahasiswa penerima beasiswa negara perlu memiliki komitmen kebangsaan dan nasionalisme yang kuat, mengingat mereka dipersiapkan sebagai generasi pemimpin masa depan.
Melalui keterangan yang disampaikan Cak Thoriq dalam unggahan di media sosialnya, disebutkan bahwa kader PMII selama ini dibentuk melalui proses kaderisasi yang menanamkan nilai-nilai nasionalisme dan keberpihakan terhadap kepentingan bangsa.
“Kader PMII diajarkan berpikir kritis, berani menyampaikan kritik terhadap kebijakan yang perlu dievaluasi, serta tetap teguh pada prinsip keberpihakan kepada kepentingan rakyat dan bangsa,” ujarnya.
Menurutnya, nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter kader PMII yang memiliki semangat juang nasionalisme serta tanggung jawab dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Selain membahas isu nasionalisme mahasiswa penerima beasiswa, RAPIMNAS IKA PMII juga menjadi momentum untuk merumuskan langkah strategis organisasi dalam memberikan kontribusi nyata terhadap dinamika kehidupan sosial, politik, dan kebangsaan di Indonesia.
Forum ini diharapkan mampu memperkuat peran IKA PMII sebagai wadah alumni yang tidak hanya aktif dalam dunia organisasi, tetapi juga mampu memberikan gagasan dan kontribusi bagi pembangunan bangsa.

















