Willy Midel Yoseph Tekankan Pendidikan dan Pelestarian Budaya di Muswil II TBBR Kalteng 2024

Willy Midel Yoseph Tekankan Pendidikan dan Pelestarian Budaya di Muswil II TBBR Kalteng 2024 (Foto: Istimewa)

newstizen.co.id, Palangka Raya – Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Dayak Nasional (ICDN) sekaligus bakal calon Gubernur Kalimantan Tengah, Willy Midel Yoseph, menghadiri Musyawarah Wilayah (Muswil) II Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR) Kalimantan Tengah yang digelar pada Kamis, 19 September 2024. Acara tersebut menjadi momen penting bagi masyarakat Dayak untuk mempererat semangat kebersamaan dan merumuskan langkah strategis demi kesejahteraan bersama.

Dalam sambutannya, Willy menyampaikan rasa bangganya terhadap keberlangsungan Muswil II TBBR yang mengangkat tema Hapumpung Palampang Tarung—yang berarti bersatu dalam perjuangan. Ia berharap bahwa organisasi TBBR dapat terus berperan aktif dalam memperkuat komunitas Dayak, khususnya di Kalimantan Tengah, dan memberikan kontribusi yang nyata bagi masyarakat.

“Saya sangat bangga dengan Muswil ini. Ini adalah momen penting untuk menyatukan semangat dan menghasilkan kesepakatan yang baik bagi Kalimantan Tengah. Dengan persatuan, kita bisa membawa perubahan yang lebih baik bagi masyarakat Dayak,” ujar Willy.

Willy juga menegaskan bahwa pendidikan merupakan kunci utama dalam membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang kuat dan kompetitif. Ia mengingatkan agar masyarakat Dayak tidak tertinggal dalam persaingan dengan daerah lain. Menurutnya, pendidikan yang berkualitas akan menciptakan generasi Dayak yang siap bersaing di era modern.

“Pendidikan harus menjadi prioritas utama. Kita tidak boleh kalah bersaing dengan daerah lain. Masyarakat Dayak memiliki potensi besar, dan itu harus kita wujudkan melalui peningkatan kualitas pendidikan,” tegas Willy.

Selain menyoroti pentingnya pendidikan, Willy juga menekankan perlunya melestarikan adat dan budaya Dayak agar tidak hilang ditelan kemajuan zaman. Salah satu langkah konkret yang telah diambil oleh ICDN adalah menerbitkan kamus untuk lima bahasa terbesar suku Dayak di Kalimantan. Willy berharap inisiatif ini bisa memperkenalkan budaya Dayak ke khalayak yang lebih luas, serta menjaga bahasa Dayak agar tetap lestari.

“Kami sudah menerbitkan kamus untuk lima bahasa Dayak terbesar di Kalimantan. Ini adalah langkah awal untuk menjaga bahasa kita tetap hidup dan dikenal di luar daerah. Kami akan terus melanjutkan upaya ini,” ungkapnya.

Willy juga menyoroti tantangan pembangunan infrastruktur di wilayah pedalaman Kalimantan Tengah. Ia mengajak pemerintah untuk lebih memperhatikan kebutuhan masyarakat di daerah terpencil, terutama terkait penyediaan akses listrik dan internet, yang masih menjadi masalah di beberapa wilayah.

“Saudara-saudara kita yang tinggal di pedalaman juga berhak merasakan pembangunan. Pemerintah harus hadir di sana, memastikan mereka mendapatkan akses yang sama seperti wilayah lain. Kita tidak boleh membiarkan mereka tertinggal,” ujar Willy dengan tegas.

Menutup sambutannya, Willy menyampaikan pesan kuat mengenai pentingnya menjaga identitas dan kebanggaan sebagai suku Dayak. Ia mengajak seluruh masyarakat Dayak untuk terus berjuang demi pembangunan bangsa, dengan tetap menjaga jati diri dan identitas sebagai suku Dayak yang dihormati.

“Darah Dayak yang mengalir dalam tubuh kita tidak akan pernah berubah. Identitas ini harus kita jaga dan perjuangkan, serta bangga menjadi bagian dari pembangunan Indonesia,” tutupnya dengan penuh semangat.

Muswil II TBBR ini turut dihadiri oleh para tokoh masyarakat, pemuda, dan berbagai organisasi Dayak di Kalimantan Tengah, yang bersama-sama membahas isu-isu penting dan strategi untuk memajukan komunitas Dayak ke depan. (Nala)

Promo Spesial 11.11 TikTokShop

Promo Kursi Gaming

Rp5xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Kursi Kerja Ergonomis

Rp3xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Meja Kerja/Gaming

Rp2xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Meja Kerja/Gaming

Rp2xx.xxx

Belanja Aman di Sini

You cannot copy content of this page