, Gorontalo Utara – RSUD Zainal Umar Sidiki (ZUS) Gorontalo Utara terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Sejak berubah status menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) pada tahun lalu, rumah sakit ini telah melakukan berbagai pembenahan, baik dalam aspek sarana dan prasarana maupun dalam pengembangan layanan medis. Pembenahan ini bertujuan untuk memberikan pelayanan kesehatan yang lebih optimal dan menyeluruh, sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang semakin berkembang.
Direktur RSUD ZUS, dr. Mohamad Adriansyah, M.Kes, mengungkapkan bahwa status BLUD yang diemban rumah sakit ini telah membawa dampak positif yang signifikan. “Sebelumnya, omzet kami hanya berkisar antara Rp 400-700 juta per bulan. Namun, setelah menjadi BLUD, omzet kami meningkat pesat menjadi sekitar 1,5 miliar per bulan,” kata Adriansyah pada Selasa (12/11/2024). Peningkatan pendapatan ini, menurutnya, menjadi landasan untuk terus memaksimalkan pelayanan dan memperbaiki fasilitas rumah sakit guna memenuhi tuntutan medis masyarakat.
Salah satu langkah strategis yang diambil untuk meningkatkan pelayanan adalah dengan membuka dua layanan spesialistik baru, yakni pelayanan Telinga Hidung Tenggorokan (THT) dan Kesehatan Laring (KL). “Kami melihat adanya kebutuhan yang cukup besar akan layanan medis spesialis THT dan KL di daerah ini. Dengan hadirnya layanan baru ini, kami berharap dapat menjawab kebutuhan tersebut dan memberikan perawatan yang lebih cepat dan tepat bagi pasien,” ujar dr. Adriansyah.
Meskipun banyak kemajuan yang telah dicapai, dr. Adriansyah mengakui bahwa masih terdapat tantangan dalam penyediaan beberapa fasilitas dasar rumah sakit, seperti ketersediaan air dan listrik yang stabil. Ia menegaskan bahwa meskipun RSUD ZUS sudah berstatus BLUD, perhatian dan dukungan dari pemerintah daerah Gorontalo Utara masih sangat dibutuhkan untuk memastikan keberlanjutan operasional rumah sakit yang lebih optimal. “Ketersediaan air dan listrik yang memadai sangat vital untuk mendukung kelancaran pelayanan kesehatan. Kami berharap pemerintah daerah dapat terus memberikan perhatian terhadap hal-hal tersebut,” ungkapnya.
Di sisi lain, untuk meningkatkan kualitas perawatan pasien, RSUD ZUS juga telah mengembangkan sistem isolasi mandiri yang lebih terpadu. Sistem ini memungkinkan pasien yang membutuhkan isolasi untuk menerima perawatan secara lebih terintegrasi, dengan fasilitas medis yang dapat memantau kondisi pasien secara langsung. “Dengan adanya sistem isolasi mandiri ini, kami harap proses perawatan pasien menjadi lebih efektif dan efisien, serta meminimalkan risiko penyebaran penyakit,” jelas dr. Adriansyah.
Dengan terus melakukan pembenahan pada berbagai aspek pelayanan, RSUD ZUS bertekad untuk menjadi rumah sakit rujukan utama di Kabupaten Gorontalo Utara. Melalui berbagai inovasi dan peningkatan fasilitas ini, rumah sakit berharap dapat memberikan kontribusi yang lebih besar dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat setempat.
“Upaya-upaya pembenahan ini kami lakukan dengan tujuan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan yang lebih optimal dan sesuai dengan standar yang diharapkan. Kami berharap, dengan dukungan dari semua pihak, terutama pemerintah daerah, RSUD ZUS dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” tutup dr. Adriansyah. (***)

















