Klarifikasi Direktur RSUD Otanaha Kota Gorontalo Terkait Pembayaran Gaji Tenaga Kontrak

Klarifikasi Direktur RSUD Otanaha Kota Gorontalo Terkait Pembayaran Gaji Tenaga Kontrak (Foto: Google)

newstizen.co.id, Gorontalo Utara – Direktur RSUD Otanaha Kota Gorontalo, dr. Grace Tumewu, M.K.M, memberikan klarifikasi terkait isu yang berkembang mengenai keterlambatan pembayaran gaji tenaga kontrak di rumah sakit tersebut. Dr. Grace menegaskan bahwa keterlambatan mencakup dua bulan, yaitu November dan Desember 2024, bukan tiga bulan seperti yang beredar. Rabu (18/12/2024)
Untuk gaji bulan desember mereka akan menerima pembayarannya di bulan januari, jadi yang belum diterima ini adalah gaji bulan oktober dan november, jelas dr. Grace Tumewu, M.K.M

Kondisi Anggaran Rumah Sakit
dr. Grace menyatakan bahwa keterbatasan anggaran menjadi penyebab utama permasalahan ini. Dari pagu awal anggaran yang diberikan, RSUD Otanaha hanya memperoleh dana untuk pembayaran gaji selama lima bulan. Rumah sakit semula berharap ada tambahan anggaran pada perubahan APBD untuk memenuhi sisa pembayaran gaji, namun harapan ini tidak terealisasi.
“Tenaga kontrak rumah sakit (HRS) yang berjumlah 150 orang dan tenaga kontrak daerah sebanyak 74 orang tidak menerima gaji selama dua bulan terakhir. Meski begitu, jasa pelayanan tetap kami bayarkan setiap bulan karena itu adalah kewajiban rumah sakit,” tambahnya.
Upaya yang dilakukan pihak rumah sakit untuk meminimalisir dampak keterbatasan anggaran termasuk memanfaatkan anggaran yang tersedia untuk pembayaran gaji HRS hingga bulan kelima. Namun, karena tidak ada tambahan dana dari Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), pihak rumah sakit tidak lagi mampu menutupi kekurangan anggaran untuk dua bulan terakhir tahun ini.

Penambahan Tenaga Kerja Baru
Terkait isu penambahan tenaga kerja baru, rr. Grace membantah tuduhan bahwa pihaknya menambah jumlah perawat.
“Saya hanya menambah tenaga penata anestesi dan radiografer karena kebutuhan operasional rumah sakit yang mendesak. Saat ini, rumah sakit memiliki tiga kamar operasi yang sebelumnya hanya dilayani oleh satu penata anestesi. Begitu juga dengan radiografer, dari lima orang yang ada, jumlah ini tidak cukup untuk mengisi tiga shift kerja,” jelasnya.
dr. Grace menegaskan bahwa tenaga baru ini tidak langsung menerima gaji. Mereka hanya magang dan akan secara resmi dikontrak pada tahun 2025, dengan gaji yang mulai dibayarkan tahun depan.

Komunikasi dengan Pegawai
dr. Grace juga menyampaikan bahwa pihak rumah sakit melalui Kepala Bagian Tata Usaha telah memberikan penjelasan kepada seluruh tenaga kontrak terkait kondisi anggaran yang ada.
“Kami sudah menjelaskan situasi ini secara terbuka kepada semua tenaga kontrak. Meskipun jasa pelayanan tetap kami bayarkan, gaji untuk dua bulan terakhir ini tidak bisa kami bayar karena anggarannya memang tidak ada. Kami berharap mereka bisa memahami kondisi ini,” ungkapnya.

Kesimpulan
dr. Grace menegaskan bahwa manajemen RSUD Otanaha tetap berkomitmen menjalankan kewajiban sesuai kemampuan anggaran. Kendati demikian, keterbatasan dana memaksa pihaknya untuk menunda pembayaran gaji. Pihak rumah sakit berharap masalah ini dapat segera diselesaikan di tahun anggaran berikutnya dengan dukungan dari pemerintah daerah. (SD)

Promo Spesial 11.11 TikTokShop

Promo Kursi Gaming

Rp5xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Kursi Kerja Ergonomis

Rp3xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Meja Kerja/Gaming

Rp2xx.xxx

Belanja Aman di Sini

Meja Kerja/Gaming

Rp2xx.xxx

Belanja Aman di Sini

You cannot copy content of this page