Gorontalo – Dalam upaya memperkuat ketahanan pangan nasional sebagai salah satu program prioritas Presiden RI, Tim Survei Internal Organisasi dari Staf Perencanaan Angkatan Darat (Srena Kasad) menggelar kegiatan strategis di Kodim 1314/Gorontalo Utara (Gorut), Kamis (22/5/2025). Survei ini menjadi langkah penting dalam mengevaluasi kinerja dan peran TNI AD dalam mendukung keberhasilan program ketahanan pangan, sekaligus mengidentifikasi strategi peningkatan untuk tahun 2025.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Makodim 1314/Gorut, Desa Botungobungo, Kecamatan Kwandang ini menghadirkan Tim Survei Srena Kasad yang dipimpin langsung oleh Kolonel Arh Bambang Utomo, S.I.P., M.Sos., didampingi Mayor Cpn Akhamad Firdaus dan Sertu M. Rizqi Imanudin. Mereka disambut oleh Dandim 1314/Gorut, Letkol Inf Rayner D.R. Wajong bersama jajaran perwira Kodim dan para pemangku kepentingan dari Dinas Pertanian Kabupaten Gorontalo Utara.
Kolonel Bambang menyampaikan apresiasinya atas antusiasme dan kinerja Kodim dalam mendukung program ketahanan pangan yang menjadi instrumen penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.
“Survei ini bukan sekadar formalitas, tetapi instrumen strategis untuk menilai capaian, efektivitas kerja sama lintas sektor, dan kontribusi nyata satuan teritorial di lapangan. Kami ingin mendengar langsung dari para pelaksana di daerah, agar kebijakan ke depan lebih kontekstual dan berdampak nyata,” ujar Kolonel Bambang.
Ia juga menyoroti keberhasilan Indonesia dalam mencapai surplus beras, dengan produksi gabah nasional yang menembus angka 13,9 juta ton. Pencapaian ini, katanya, tidak lepas dari sinergi antara pemerintah, TNI AD, dan masyarakat.
Hadir dalam kegiatan ini antara lain Danramil 1314-01/Kwandang Kapten Inf Edy Surianto, Plh Pasi Log Peltu Muhlis, Plh Pasi Ops Peltu Ismail Triyanto, Kadis Pertanian Gorut Arsin U. Menu, S.Pt., M.M., Kabid Tanaman Pangan Novicawati Sujito, S.Pt., M.M., serta penyuluh pertanian Novi A. Tayabu dan perwakilan Korem 133/NW Serka Muhammad Yusuf.
Tim survei menekankan pentingnya kontribusi aktif para responden yang hadir untuk memberikan penilaian objektif, saran, serta masukan kritis terhadap pelaksanaan program di lapangan.
“Partisipasi Anda semua hari ini sangat menentukan kualitas data yang kami himpun. Data ini akan menjadi dasar bagi pimpinan TNI AD dalam menyusun kebijakan taktis dan strategis pada tahun mendatang,” terang Kolonel Bambang.
Dalam penutupan, ia mengajak seluruh elemen yang terlibat untuk terus memperkuat kolaborasi demi menyukseskan program ketahanan pangan nasional.
“Ketahanan pangan adalah pondasi ketahanan nasional. Mari kita bahu membahu menjadikan program ini bukan hanya sukses di atas kertas, tapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di seluruh pelosok negeri,” tegasnya.
Melalui survei ini, TNI AD menunjukkan komitmen kuat untuk menjadikan satuan teritorial bukan hanya sebagai penjaga kedaulatan, tetapi juga garda depan dalam pembangunan ketahanan pangan yang berkelanjutan. (BYP)

















