Newstizen | Gorontalo Utara -Situasi darurat terjadi di Desa Topi dan Windu, Gorontalo Utara (Gorut) di mana tanggul abrasi pantai menghadapi kerusakan yang sangat serius. Gempuran ombak yang intens telah menyebabkan hilangnya beberapa rumah warga, meninggalkan kondisi yang memprihatinkan di kedua desa tersebut. Selasa (13/02/2024)
Pemerhati lingkungan menyoroti dampak negatif yang ditimbulkan oleh abrasi pantai ini, memperingatkan tentang bahayanya terhadap kelangsungan hidup masyarakat pesisir pantai. Menurut mereka, tindakan segera dari pemerintah daerah sangat diperlukan untuk mengatasi krisis ini dan melindungi warga yang terkena dampak.
Pemerhati Lingkungan Gorut, Lifain Buyunggadang menyampaikan keprihatinannya terhadap situasi tersebut. “Kerusakan yang terjadi di Desa Topi dan Windu sangat mengkhawatirkan. Kami mendesak pemerintah daerah untuk segera merespons dan memberikan bantuan kepada warga yang terdampak,” ujarnya.
Pemerhati lingkungan juga menyoroti perlunya tindakan preventif untuk mencegah kerusakan lebih lanjut. Reboisasi pantai, konstruksi kembali tanggul yang kuat, dan pemantauan yang terus-menerus terhadap perubahan lingkungan laut diidentifikasi sebagai langkah-langkah yang perlu segera diambil.
Dalam menjalankan tugasnya sebagai pengawal lingkungan, Pemerhati Lingkungan berharap agar isu abrasi pantai ini mendapatkan perhatian serius dari pemerintah daerah dan instansi terkait. Dengan langkah-langkah yang tepat, diharapkan masyarakat Desa Topi dan Windu dapat mendapatkan perlindungan yang memadai dan pemulihan kondisi pantai yang berkelanjutan. (Red)
















