Newstizen | Gorontalo – Desa Topi, yang terletak di Kecamatan Biau, Kabupaten Gorontalo Utara, kini menjadi sorotan masyarakat setempat karena kondisi Pondok Informasi Nelayan yang semakin parah akibat abrasi pantai yang melanda. Bangunan yang berfungsi sebagai pusat informasi dan koordinasi para nelayan ini mengalami kerusakan serius karena pukulan ombak yang terus menerus. Sesuai informasi bangunan ini dibangun oleh Dinas Perikanan Gorontalo Utara (Goprut) 7 tahun lalu.

Pondok Informasi Nelayan, yang sebelumnya berdiri kokoh di tepi pantai, kini terlihat tergantung dan nyaris roboh akibat abrasi pantai yang meluas. Pondasi bangunan tersebut menjadi satu-satunya penopang, dan beberapa bagian bangunan telah hancur karena terkena serangan ombak yang kuat.
Masyarakat Desa Topi, terutama para nelayan, mengeluhkan kondisi tersebut dan menyatakan keprihatinan atas kerugian yang dialami. Mereka menyampaikan bahwa Pondok Informasi Nelayan memiliki peran penting dalam koordinasi kegiatan sehari-hari para nelayan dan pusat informasi mengenai kondisi laut. Selasa (13/02/2024)
Masyarakat yang enggan disebut namanya, mengungkapkan bahwa kami telah mencoba melakukan upaya tanggap darurat dengan memasang tambahan penopang sementara untuk menghindari kerusakan lebih lanjut. Namun, kondisi abrasi pantai yang semakin parah membuat solusi sementara ini tidak cukup efektif.
Pemerintah daerah setempat diimbau untuk segera merespons keluhan dan keprihatinan masyarakat Desa Topi terkait kerusakan Pondok Informasi Nelayan ini. Diperlukan tindakan cepat dalam menanggulangi abrasi pantai dan melindungi fasilitas penting bagi nelayan setempat.
Masyarakat berharap agar pemerintah daerah dapat memberikan perhatian serius terhadap kondisi ini dan melakukan langkah-langkah preventif serta perbaikan yang diperlukan untuk menjaga keberlanjutan Pondok Informasi Nelayan Desa Topi. (Red)
















