Newstizen | Sikka – Sebanyak tiga rumah di Desa Nangahale, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, mengalami kerusakan serius setelah tertimpa pohon akibat angin kencang dan hujan pada Minggu, 10 Maret 2024 pagi.
Korban dari kejadian ini adalah rumah milik Ibu Jawir, Ibu Habiba, dan Ibu Becce Nandong, serta satu pondok tempat jualan milik Ibu Becce Nandong yang rusak diterjang angin. Kondisi tersebut memicu aksi gotong-royong warga sekitar yang dengan antusias membantu memotong ranting pohon yang melintang dan membersihkan debris yang menyumbat ruas jalan.
Salah seorang warga sekitar mengungkapkan harapannya agar pemerintah segera memperhatikan kondisi rumah para korban. “Nangahale ini begitu sudah, musim-musim seperti ini pasti ada yang korban, kalau tidak banjir akibat air laut naik ke permukaan, ya… selain itu rumah yang rusak akibat pohon tumbang. Semoga pemerintah mau memperhatikan kondisi ini,” ujar warga.
Perlu dicatat bahwa wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) saat ini masih dalam periode Musim Hujan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap cuaca ekstrem dan terus mengupdate informasi cuaca serta peringatan dini yang diberikan melalui media sosial BMKG. Keberadaan daerah pertemuan angin di wilayah NTT (Konvergensi) dan aktifnya Madden Julian Oscillation (MJO) dan Gelombang Equatorial Rossby menjadi penyebab peningkatan curah hujan di wilayah tersebut. (ATT)
















