, Yogyakarta – Direktur RSUD Zainal Umar Sidiki (ZUS) turut serta dalam kegiatan Seminar Forum Nusantara Farmasi dan Alat Kesehatan (FornusFa), yang diadakan di Hotel Sahid Raya and Convention Yogyakarta pada hari Selasa hingga Rabu, 4-5 Juni 2024.
Acara ini diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan melalui Direktorat Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan (Famalkes) dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan di bidang kefarmasian dan alat kesehatan.
Dalam seminar ini, Direktur RSUD ZUS menyempatkan diri untuk mengajukan pertanyaan terkait perencanaan, pengelolaan, serta penyimpanan obat, Bahan Medis Habis Pakai (BMHP), dan alat kesehatan untuk rumah sakit dan puskesmas yang sudah berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).
Menanggapi pertanyaan tersebut, Dirjen Famalkes menjelaskan bahwa pengelolaan obat dan alat kesehatan dapat dilakukan secara mandiri oleh rumah sakit dan puskesmas yang sudah berstatus BLUD. Namun, untuk obat-obatan program seperti Program Tablet Tambah Darah dan obat Anti TBC (OAT), tanggung jawab tetap berada di bawah Dinas Kesehatan. Dirjen Famalkes juga menambahkan bahwa jika terjadi kekosongan obat di rumah sakit, maka rumah sakit dapat mengajukan permintaan obat ke instalasi farmasi di Dinas Kesehatan.
Partisipasi Direktur RSUD ZUS dalam seminar ini menunjukkan komitmen rumah sakit untuk terus meningkatkan kualitas layanan melalui peningkatan pengetahuan dan pengelolaan yang lebih baik di bidang farmasi dan alat kesehatan. Kegiatan ini juga menjadi ajang penting untuk berbagi informasi dan best practices antar berbagai instansi kesehatan di seluruh Nusantara. (BYP)
















