, Lebak – Baru-baru ini, beredar sebuah screenshot dari grup WhatsApp serikat PK Garteks PWI 6 yang mengundang kontroversi. Pesan yang disebarkan oleh seseorang berinisial DR, yang diketahui sebagai Ketua Garteks PWI 6, mengajak pihak buyer dari New Balance (NB) untuk menutup PT Parkland World Indonesia (PWI 06) Rangkasbitung, sebuah pabrik pembuat sepatu yang bekerja sama dengan merek sepatu ternama tersebut.
Seruan ini bertentangan dengan upaya Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Lebak yang selalu berusaha menjaga keharmonisan antara buruh dan pengusaha. Pesan dari DR tersebut menimbulkan kekhawatiran akan potensi pengangguran massal yang bisa terjadi jika pabrik benar-benar ditutup. Berikut adalah isi pesan yang dikirim oleh Ketua PSB Garteks PWI 6:
“Sampaikan ke anggota yang belum masuk group biar masuk agar mudah mendapatkan komunikasi dan informasi. Bahwasanya serikat Garteks sudah melaporkan ke pihak NB ketika PWI 6 Rangkasbitung sudah tidak ada rasa nyaman untuk karyawan lebih baik tutup. Itu poin yang kami sampaikan sesuai persetujuan pengurus dan anggota, aspirasinya sudah kami sampaikan,” tutur DR kepada anggota grupnya.
Saat media melakukan investigasi terkait hal ini, salah satu karyawan PT PWI 6 yang meminta namanya disamarkan, menyebutkan bahwa kebijakan yang diterapkan oleh pimpinan manajemen saat ini, Direktur Mr. Yhun dan HRD Pak Zainal, dianggap semena-mena oleh para karyawan. Mereka merasa kebijakan tersebut membuat mereka bekerja dalam ketakutan dan tidak nyaman.
“Iya pak (menyebut wartawan), pusing sekarang mah kerja kita dihantui rasa ketakutan. Gimana kerja mau bisa tenang coba, Direktur Mr. Yhun dan HRD Pak Zainal mengeluarkan peraturan yang semena-mena. Mereka akan mengadakan efisiensi terhadap karyawan berdasarkan hasil review mereka. Mungkin itu yang menyebabkan salah satu serikat ngirim pesan usulan ke buyer agar PWI 6 Rangkasbitung ini ditutup,” kata Mawar (Kamis, 18/07/2024).
Mawar juga menyesalkan pernyataan dari oknum ketua serikat yang menginginkan penutupan pabrik tersebut, karena hal itu justru akan membawa kerugian besar bagi para buruh.
“Kami selaku karyawan di sini (PT PWI 6) mengecam pernyataan salah satu oknum ketua serikat tersebut. Seenaknya saja main bilang tutup, emang dia siapa? Kalau perusahaan ditutup, lantas ribuan karyawan di sini kehilangan mata pencarian, dia bisa gak nanggung biaya hidup kami?” tegasnya dengan nada kesal.
Sementara itu, hingga berita ini ditayangkan, media masih berusaha mendapatkan konfirmasi dari pihak-pihak terkait untuk klarifikasi lebih lanjut mengenai masalah ini.
Di tempat lain, beberapa waktu lalu, dikutip dari situs resmi Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo), Iwan Kurniawan, PJ Bupati Lebak, justru menyambut baik kehadiran investor di Lebak. Ia mengatakan bahwa dengan adanya investor yang menanamkan modal di Lebak, akan meningkatkan ekonomi masyarakat melalui aktivitas turunan yang tumbuh serta menyerap tenaga kerja lokal.
Situasi ini mengundang perhatian besar dari berbagai pihak, mengingat dampaknya yang signifikan bagi ribuan pekerja dan stabilitas ekonomi lokal. Pertanyaan besar yang mengemuka adalah bagaimana cara terbaik untuk mengatasi ketegangan ini tanpa mengorbankan kesejahteraan karyawan dan keberlangsungan industri di Lebak. (Purwadi)
















