Tuban, 30 Mei 2026 – SMA Negeri Kenduruan menorehkan sejarah baru dalam dunia pendidikan. Untuk pertama kalinya sejak berdiri sekitar 15 tahun lalu, sekolah yang berada di wilayah Kabupaten Tuban tersebut berhasil mengantarkan siswanya diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui dua jalur seleksi nasional sekaligus.
Berdasarkan data yang dihimpun, sebanyak 10 siswa diterima melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan 5 siswa diterima melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026. Para siswa tersebut diterima di berbagai perguruan tinggi negeri yang tersebar di Jawa Timur dan Jawa Tengah.
Capaian ini menjadi tonggak penting bagi SMA Negeri Kenduruan yang selama ini terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan dan daya saing lulusannya di tingkat nasional.
Keberhasilan tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan bagi siswa dan orang tua, tetapi juga membawa dampak positif bagi perkembangan institusi sekolah ke depan.
Dalam sistem penerimaan mahasiswa baru nasional, tingginya angka kelulusan siswa ke PTN menjadi salah satu indikator yang diperhatikan dalam menilai kualitas sekolah asal.
Selain meningkatkan reputasi sekolah di mata perguruan tinggi negeri, keberhasilan siswa lolos SNBT juga berpotensi memberikan keuntungan strategis bagi sekolah pada tahun-tahun mendatang.
Di antaranya adalah meningkatnya indeks atau reputasi sekolah di mata perguruan tinggi negeri. Kampus-kampus negeri memiliki rekam jejak dan parameter tertentu dalam menilai kualitas lulusan dari sekolah asal. Semakin banyak alumni yang berhasil dan berprestasi di perguruan tinggi, semakin baik pula citra sekolah tersebut dalam sistem seleksi nasional.
Tak hanya itu, tingginya angka kelulusan ke PTN juga dapat membuka peluang peningkatan kuota penerimaan siswa melalui jalur prestasi atau SNBP pada tahun berikutnya.
Kepercayaan perguruan tinggi terhadap kualitas lulusan sekolah menjadi faktor penting dalam menentukan jumlah kuota yang diberikan kepada sekolah.
Keberhasilan siswa melakukan daftar ulang dan melanjutkan pendidikan di PTN juga dinilai mampu mengurangi risiko pengurangan kuota maupun sanksi administratif yang dapat terjadi apabila siswa yang diterima memilih mengundurkan diri.
Di sisi lain, banyaknya lulusan yang berhasil menembus perguruan tinggi negeri juga menjadi salah satu indikator dalam penilaian akreditasi sekolah. Hal ini mencerminkan keberhasilan proses pembelajaran, pembinaan akademik, serta kualitas manajemen pendidikan yang diterapkan sekolah.
Prestasi yang diraih SMA Negeri Kenduruan tahun 2026 ini diharapkan menjadi motivasi bagi siswa-siswa angkatan berikutnya untuk terus meningkatkan prestasi dan berani bersaing dalam seleksi masuk perguruan tinggi negeri.
Dengan total 15 siswa diterima di PTN melalui jalur SNBP dan SNBT, tahun 2026 menjadi catatan emas sekaligus momentum kebangkitan SMA Negeri Kenduruan dalam mencetak lulusan yang mampu bersaing di tingkat nasional.

















