Saiful Karim, Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Nasdem Gorut, memberikan klarifikasi dan pandangannya terkait hal ini. “Pemberian buket uang dan emas batangan kepada Dehinda oleh keluarga besar dan simpatisannya adalah sesuatu yang wajar dan tidak seharusnya dikecam. Dari sudut pandang norma dan etika, tidak ada yang dilanggar dalam aksi ini. Bahkan, kami melihatnya sebagai simbol dukungan moral yang sangat berarti,” ungkap Saiful.
Ia menambahkan bahwa hadiah tersebut dapat dimaknai sebagai bentuk apresiasi dan semangat yang diberikan oleh keluarga dan pendukung Dehinda Hairunissa. “Ini adalah bentuk nyata dukungan agar Dehinda dapat mengemban amanahnya dengan penuh dedikasi, serta berkontribusi aktif dalam memajukan Gorontalo Utara di berbagai aspek kehidupan,” tambahnya.
Pendapat serupa juga diutarakan oleh Ketua DPD Nasdem Gorontalo Utara, H. Roni Imran, yang juga merupakan calon Bupati Gorontalo Utara pada Pilkada serentak 2024. Menurut Haji Roni, pemberian buket uang dan emas tersebut memiliki makna simbolik yang mendalam. “Ini adalah manifestasi penghargaan dan dukungan, tidak hanya dari keluarga besar Dehinda tetapi juga dari segenap pendukungnya. Ini adalah pertanda baik bagi karir politik Dehinda,” ujar Haji Roni.
Haji Roni juga menekankan bahwa orang tua Dehinda, Bapak Roni dan Ibu Santi Sera, adalah pengusaha sukses yang dikenal atas kedermawanannya di masyarakat Gorut. “Keberadaan Dehinda sebagai kader Nasdem yang diamanahi sebagai wakil rakyat adalah kebanggaan bagi kami. Di usia yang masih muda, dia telah mendapatkan kepercayaan dari masyarakat Gorut untuk mewakili mereka di legislatif. Oleh karena itu, pemberian buket dan emas tersebut harus dimaknai secara positif,” pungkasnya.
Dengan dukungan penuh dari keluarga, simpatisan, dan partai, Dehinda Hairunissa diharapkan dapat menjalankan tugasnya sebagai anggota DPRD dengan penuh semangat dan komitmen, membawa perubahan yang lebih baik bagi Gorontalo Utara. (Red)
