Direktur BLUD RS ZUS, dr. Mohamad Ardiansyah, M.Kes, menjelaskan bahwa kajian ini merupakan langkah strategis dalam mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan untuk menangani stroke secara lebih efektif. “Stroke adalah kondisi medis yang memerlukan penanganan cepat dan tepat. Kami ingin memastikan bahwa setiap pasien stroke yang datang ke RS ZUS mendapat perawatan yang terbaik. Kajian ini bertujuan untuk memperkuat penanganan stroke di rumah sakit kami agar kualitas hidup pasien pasca-stroke bisa lebih baik,” kata dr. Ardiansyah.
RS ZUS telah dilengkapi dengan tenaga medis yang berkompeten, termasuk dokter spesialis saraf, dr. Yulinda Mustapa, Sp.N, yang memainkan peran kunci dalam diagnosis dan penanganan pasien stroke. Selain itu, rumah sakit juga didukung oleh tim fisioterapis yang berperan penting dalam membantu proses pemulihan pasien dengan cara mengembalikan fungsi motorik tubuh yang terganggu akibat stroke.
Meskipun telah memiliki tim medis yang terlatih dan fasilitas penunjang lainnya, kajian ini juga mengungkapkan adanya kekurangan dalam beberapa aspek, salah satunya adalah ketiadaan alat CT-Scan yang esensial dalam mendukung diagnosis stroke secara cepat dan akurat. “Salah satu kendala utama dalam penanganan stroke adalah keterbatasan alat diagnostik, khususnya CT-Scan, yang sangat dibutuhkan untuk mengetahui secara tepat kondisi otak pasien. Kami telah mengusulkan pengadaan alat ini melalui anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), namun hingga saat ini belum terealisasi karena kendala waktu,” ungkap dr. Ardiansyah.
Untuk itu, RS ZUS berencana mengajukan kembali pengadaan alat CT-Scan melalui dana sharing pada tahun anggaran 2025-2026. “Kami optimistis bahwa dengan adanya CT-Scan di RS ZUS, proses diagnosis stroke dapat dilakukan dengan lebih cepat dan tepat. Hal ini tentunya akan sangat membantu dalam penanganan pasien, terutama dalam memberikan tindakan medis yang lebih responsif dan efektif,” tambah dr. Ardiansyah.
Selain pengadaan alat medis, dr. Ardiansyah juga berharap agar kajian ini dapat menghasilkan rekomendasi terkait penguatan sistem penanganan stroke di rumah sakit, yang meliputi peningkatan kemampuan dokter dan tenaga medis lainnya dalam memberikan perawatan terbaik, serta peningkatan fasilitas fisik yang mendukung proses pemulihan pasien.
RS ZUS telah ditetapkan sebagai rumah sakit rujukan untuk penyakit kanker, jantung, stroke, dan uronefro (KJSU), sehingga pengembangan layanan penanganan stroke menjadi prioritas penting dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih lengkap dan komprehensif bagi masyarakat Gorontalo Utara. Dengan semakin berkembangnya fasilitas dan dukungan medis, RS ZUS bertekad untuk terus meningkatkan peranannya dalam memberikan akses layanan kesehatan yang lebih baik bagi pasien.
Dalam waktu dekat, RS ZUS akan melaksanakan pelatihan tambahan untuk tenaga medisnya guna memastikan mereka siap menghadapi berbagai tantangan dalam penanganan pasien stroke. “Kami ingin memastikan bahwa seluruh tim medis RS ZUS memiliki kompetensi yang cukup untuk menangani stroke dengan tepat, mulai dari tahap awal diagnosis hingga pemulihan pasca-stroke,” ujar dr. Ardiansyah.
Ke depan, RS ZUS juga berencana untuk menggandeng berbagai pihak terkait untuk mempercepat terwujudnya pengadaan alat CT-Scan dan memperkuat sarana medis lainnya. Dengan sinergi yang baik antara pihak rumah sakit, pemerintah, dan masyarakat, diharapkan kualitas layanan medis di Gorontalo Utara, khususnya dalam penanganan stroke, akan semakin meningkat.
RS ZUS berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik dan menjadi rumah sakit pilihan utama bagi masyarakat Gorontalo Utara yang membutuhkan perawatan medis berkualitas, khususnya dalam menangani kondisi-kondisi medis yang memerlukan penanganan cepat dan akurat seperti stroke. (BYP)
