NEWSTIZEN.CO.ID Indramayu Proyek rehabilitasi pintu air di Desa Cidempet, Kabupaten Indramayu, telah menunjukkan perkembangan positif dalam penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) berkat kerja sama antara pengawas proyek, kontraktor, masyarakat, dan media.
Sorotan utama dalam proyek ini adalah peningkatan komitmen terhadap keselamatan pekerja. Tarima, pengawas proyek dari Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Kabupaten Indramayu, menegaskan bahwa pihaknya berperan aktif dalam mengawasi kepatuhan terhadap penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) dan mengedukasi pekerja mengenai pentingnya keselamatan kerja. Kelalaian pekerja yang masih mengabaikan aturan tersebut direspons dengan teguran dan upaya terus-menerus untuk meningkatkan kesadaran para pekerja.
Tak hanya itu, pihak kontraktor, CV Rifki Anung, menunjukkan keseriusan mereka dengan melakukan perbaikan melalui pelatihan tambahan. “Kami ingin memastikan bahwa seluruh pekerja memahami pentingnya standar keselamatan kerja, demi kenyamanan dan keamanan mereka,” ungkap perwakilan kontraktor.
Dukungan masyarakat lokal berperan krusial sebagai pengawas sosial, mendorong disiplin dan keterbukaan dalam penerapan K3. Hal ini tidak hanya membantu menjaga kualitas proyek, tetapi juga memperkuat kesadaran semua pihak akan pentingnya keselamatan kerja. Peran media dalam menyebarluaskan informasi penting terkait K3 semakin memperkuat citra proyek ini sebagai contoh penerapan K3 yang baik.
Sebagai langkah lanjutan, pengawas dan kontraktor sepakat untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan K3, termasuk peningkatan inspeksi dan pelatihan bagi pekerja. Dengan sinergi yang solid dari semua pihak, proyek rehabilitasi ini diharapkan menjadi model dalam penerapan K3 di seluruh Indonesia.
Proyek ini terus dibangun melalui komitmen terhadap keselamatan pekerja, yang diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi proyek-proyek serupa di masa depan.
