KPU Gorontalo Utara Catat Partisipasi Pemilih Turun Menjadi 83%, Sofyan Jakfar Soroti Pengaruh Pemilih di Luar Daerah

Sofyan Jakfar (Foto: Istimewa)

, Gorontalo Utara, 5 Desember 2024 – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gorontalo Utara mengakui adanya penurunan tingkat partisipasi pemilih dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak Tahun 2024. Berdasarkan hasil rekapitulasi yang disampaikan dalam rapat pleno terbuka pada Kamis (5/12/2024), partisipasi pemilih tercatat sebesar 83 persen, turun sekitar 6 persen jika dibandingkan dengan Pemilu Legislatif (Pileg) yang mencapai 89 persen pada tahun yang sama.

Ketua KPU Gorontalo Utara, Sofyan Jakfar, dalam sambutannya menyampaikan bahwa meskipun tingkat partisipasi pada Pilkada 2024 ini lebih rendah dibandingkan Pilkada sebelumnya yang mencapai 86 persen, namun secara keseluruhan pelaksanaan Pilkada di Kabupaten Gorontalo Utara tetap berjalan lancar dan aman. Sofyan juga menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi penurunan tersebut, terutama adanya pemilih yang tidak dapat hadir di tempat pemungutan suara (TPS) karena berada di luar daerah.

“Memang kami akui, partisipasi pemilih di Pilkada kali ini turun. Pada Pilkada 2019, angka partisipasi mencapai 86 persen, sementara Pilkada 2024 ini tercatat hanya 83 persen. Ini tentu menjadi catatan penting bagi kami,” ujar Sofyan, usai memimpin rapat pleno rekapitulasi hasil Pilkada 2024.

Sofyan juga mengungkapkan bahwa penurunan angka partisipasi ini sebagian besar dipengaruhi oleh ketidakhadiran pemilih yang berada di luar daerah, baik untuk urusan pekerjaan maupun studi. Berdasarkan informasi yang diterima dari Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), banyak pemilih yang tidak dapat memberikan suaranya karena tidak menerima C Pemberitahuan atau Undangan (C-6) yang sebelumnya dianggap penting untuk partisipasi mereka.

“Berdasarkan laporan dari KPPS, sebagian besar pemilih yang tidak hadir di TPS adalah mereka yang berada di luar daerah. Hal ini mempengaruhi angka partisipasi, terutama karena mereka tidak menerima C-6 atau pemberitahuan tentang waktu dan lokasi pemungutan suara,” jelas Sofyan.

Sofyan juga menambahkan, untuk meningkatkan partisipasi pemilih pada pemilu mendatang, ketersediaan lapangan kerja di daerah menjadi faktor penting. Ia berharap agar ke depannya, lebih banyak peluang pekerjaan dapat tersedia bagi masyarakat Gorontalo Utara, sehingga mereka yang tinggal atau bekerja di luar daerah dapat lebih mudah pulang dan berpartisipasi dalam pemilu.

“Menurut saya, keberadaan lapangan kerja di daerah ini sangatlah penting. Jika lebih banyak peluang kerja yang ada, diharapkan para pemilih yang bekerja di luar daerah bisa pulang dan berpartisipasi dalam Pilkada dan Pemilu di masa depan. Partisipasi yang lebih tinggi juga akan memberikan dampak positif terhadap demokrasi yang lebih sehat,” tambah Sofyan.

Meskipun ada penurunan dalam tingkat partisipasi, KPU Gorontalo Utara tetap optimis bahwa proses Pilkada di Kabupaten Gorontalo Utara telah berjalan dengan baik, dan semua tahapan telah dilaksanakan sesuai dengan aturan yang berlaku. KPU juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat yang telah berpartisipasi dalam proses demokrasi ini, serta kepada seluruh petugas yang terlibat dalam menyukseskan pelaksanaan Pilkada.

Dengan berakhirnya rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil Pilkada 2024, KPU Gorontalo Utara kini melangkah ke tahap selanjutnya, yaitu penetapan hasil Pilkada yang akan menjadi dasar bagi proses pelantikan pasangan kepala daerah terpilih. Sofyan menegaskan bahwa KPU akan terus berupaya meningkatkan kualitas partisipasi pemilih dalam setiap gelaran pemilu di masa depan, demi mewujudkan demokrasi yang lebih inklusif dan representatif. (*)

You cannot copy content of this page

Exit mobile version