“Kepada Bapak Menteri Pertanian, saya mohon untuk memberikan solusi atas banjir yang selama ini terus kami rasakan setiap tahunnya. Ribuan hektar tanaman padi warga saya sudah dipastikan gagal panen,” ucap Sukiman dalam video yang diunggah pada Minggu, 25 Januari 2025.
Sukiman mengungkapkan, banjir yang telah berlangsung selama hampir 7 hari ini merendam tanaman padi yang baru berumur 1-3 minggu. Akibatnya, tanaman yang menjadi andalan warga dipastikan mati, dan para petani akan menghadapi kerugian besar. Desa Bumirestu, yang selama ini dikenal sebagai salah satu penghasil padi utama di Lampung Selatan, diperkirakan akan mengalami dampak serius pada ketahanan pangan.
“Dengan kondisi seperti ini, musim tanam (MT) I akan mundur, dan para petani akan kesulitan memenuhi kebutuhan pangan mereka. Bencana ini tidak hanya berdampak pada warga desa, tetapi juga pada pasokan pangan daerah secara keseluruhan,” tambah Sukiman.
Sukiman juga menjelaskan bahwa permasalahan banjir di desanya terjadi karena sungai-sungai yang melintasi wilayah tersebut mengalami sedimentasi parah, sementara tanggul penangkis tidak memadai untuk menahan luapan air saat hujan deras.
“Normalisasi sungai sangat diperlukan, karena siring gendong sudah dangkal dan hampir rata dengan lahan pesawahan. Selain itu, tanggul penangkis juga perlu ditinggikan agar bisa menahan air saat intensitas hujan tinggi,” jelasnya.
Sukiman berharap pemerintah, khususnya Kementerian Pertanian, dapat memberikan solusi nyata untuk mengatasi masalah ini. Langkah-langkah seperti normalisasi sungai, perbaikan tanggul, hingga program mitigasi banjir sangat diperlukan agar peristiwa ini tidak terus berulang setiap tahun.
Sebagai informasi, Desa Bumirestu merupakan salah satu desa dengan kontribusi besar terhadap produksi padi di Lampung Selatan. Namun, jika masalah banjir tidak segera diatasi, dikhawatirkan akan terjadi penurunan drastis dalam produksi pangan, yang berimbas pada ketahanan pangan di daerah tersebut.
Dengan kondisi darurat ini, masyarakat dan pemerintah desa sangat berharap pemerintah pusat segera turun tangan memberikan bantuan dan solusi jangka panjang. (Ags)
