Lampung Selatan – Masyarakat petani Desa Palas Pasemah, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan, meminta kepada Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan agar alat berat excavator yang tengah beroperasi membenahi tanggul yang jebol akibat banjir Sungai Way Pisang tidak ditarik terlebih dahulu. Pasalnya, masih terdapat tiga titik tanggul di areal persawahan yang mengalami kerusakan dan membutuhkan perbaikan segera.
Sekretaris Komisi II DPRD Provinsi Lampung dari Fraksi PDI Perjuangan, H. Aribun Sayunis, S.Sos., M.M., memastikan bahwa alat berat excavator yang telah dikerahkan di Desa Palas Pasemah berfungsi dengan baik dalam memperbaiki tanggul yang jebol. Ia juga meninjau langsung lokasi perbaikan di Bendungan Way Pisang pada Selasa (11/2/2025).
“Hari Minggu, 9 Februari, air dari Way Pisang meluap dan menggenangi sawah warga akibat jebolnya tanggul. Kemarin, alat berat dikerahkan untuk memperbaiki tanggul guna mengantisipasi kemungkinan banjir susulan,” ujar Aribun.
Aribun juga mendesak Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan untuk segera menurunkan lebih banyak alat berat guna menangani dampak bencana ini secara menyeluruh.
“Ada lima titik yang akan diperbaiki, dan tanggul di lima titik ini akan segera ditinggikan agar lebih kuat menahan debit air,” tambahnya.
Selain perbaikan tanggul, Aribun juga menyampaikan aspirasi para petani yang tergabung dalam kelompok tani dan gabungan kelompok tani (Gapoktan). Mereka mengusulkan agar irigasi yang mulai dangkal segera dinormalisasi agar daya tampung air lebih optimal.
Sementara itu, Karmidi, salah seorang warga Desa Palas Pasemah, berharap alat berat tetap berada di lokasi hingga seluruh titik tanggul yang rusak akibat banjir selesai diperbaiki.
“Masih banyak titik yang belum diperbaiki. Kami berharap alat berat ini tidak dipindahkan sebelum semua perbaikan selesai,” ujarnya.
Selain itu, warga juga mengusulkan agar Sungai Way Pisang segera dinormalisasi guna mengurangi risiko banjir di masa mendatang.
Dengan adanya perbaikan tanggul dan normalisasi sungai, diharapkan kejadian serupa dapat dicegah sehingga masyarakat tidak terus-menerus terdampak bencana banjir yang merugikan sektor pertanian dan ekonomi lokal. (Agusnadi)

















