Momentum pembukaan ditandai dengan penandatanganan Naskah Berita Acara oleh Komandan Kodim 1314/Gorontalo Utara, Letkol Inf Rayner D.R. Wajong, bersama Penjabat Bupati Gorontalo Utara, Sila N. Botutihe, di halaman Kantor Bupati. Acara tersebut turut disaksikan langsung oleh Danrem 133/Nani Wartabone, Brigjen TNI Hari Pahlawantoro, S.Sos, dalam suasana upacara yang penuh semangat.
Disela sela kegiatan pembukaan, Letkol Rayner menegaskan bahwa TMMD bukan sekadar kegiatan pembangunan infrastruktur, melainkan bentuk nyata kehadiran dan pengabdian TNI kepada rakyat.
“TMMD bukan hanya tentang membangun jalan, jembatan, atau fasilitas umum. Ini adalah bukti bahwa TNI hadir di tengah-tengah masyarakat, menjalin kebersamaan, dan membangun harapan,” ujar Letkol Rayner.
Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan ini mencerminkan komitmen TNI untuk terus berkontribusi dalam pemerataan pembangunan, terutama di wilayah pedesaan yang masih membutuhkan banyak perhatian.
“Kami percaya, pembangunan yang dilakukan bersama rakyat akan lebih kuat dan berkelanjutan. TMMD ini juga menjadi sarana untuk mempererat kemanunggalan TNI dengan masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Pj. Bupati Gorontalo Utara, Sila Botutihe, turut mengapresiasi keterlibatan TNI dalam upaya pembangunan daerah. Menurutnya, TMMD adalah bentuk sinergi nyata antara pemerintah daerah dan TNI, yang sangat penting dalam mempercepat kemajuan desa-desa terpencil.
“Kehadiran dan dedikasi para prajurit akan menjadi motivasi tersendiri bagi masyarakat kami. Gotong royong, nilai kebersamaan, serta semangat kebangsaan akan tumbuh kembali melalui kegiatan ini,” tutur Sila.
TMMD ke-124 melibatkan berbagai unsur, baik dari TNI, pemerintah daerah, hingga masyarakat sipil, dalam bentuk kegiatan lintas sektoral. Selain pembangunan fisik, TMMD juga akan diisi dengan penyuluhan dan kegiatan sosial lainnya yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Dengan semangat gotong royong yang dikobarkan melalui TMMD, Letkol Rayner berharap program ini tidak hanya meninggalkan hasil pembangunan secara fisik, tetapi juga memperkuat jiwa kebersamaan dan kemandirian masyarakat desa. (BYP)
